Media Kampung, Tuban — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tuban, Sutaji, mengungkapkan bahwa mayoritas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya dipicu oleh aktivitas manusia yang kurang bertanggung jawab.
Menurut Sutaji, kebiasaan membakar sampah sembarangan dan praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar yang kemudian ditinggalkan begitu saja menjadi penyebab utama. Apalagi saat musim kemarau seperti sekarang, angin kencang dapat membawa daun yang terbakar dan menularkan api ke area yang lebih luas.
“Mayoritas masyarakat kita kalau buka lahan pasti dibakar,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Untuk menekan angka karhutla, Satpol PP dan Damkar Tuban telah menjalin sinergi dengan Perhutani guna mengoptimalkan patroli dan kewaspadaan di lapangan. Polisi Hutan (Polhut) dan Polisi Mobilitas Pengamanan (Polmop) Perhutani diinstruksikan melakukan patroli rutin di area rawan.
Selain pengawasan, tim gabungan juga gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membakar sampah maupun membersihkan lahan di kawasan hutan dan sekitarnya.
Sutaji menekankan pentingnya peran aktif warga dalam mitigasi bencana. Ia mengimbau setiap warga yang melihat titik api segera melapor kepada pihak terkait, seperti Perhutani atau Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).
“LMDH adalah organisasi masyarakat, mereka juga sudah memiliki kompetensi dan alat pemadam manual,” imbuhnya.
Memasuki musim kemarau, hembusan angin kencang membuat percikan api sekecil apa pun berpotensi memicu kebakaran hebat yang tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga berdampak buruk bagi kesehatan dan keselamatan orang lain.






















Tinggalkan Balasan