Media Kampung, Meulaboh — Musim panen raya buah semangka di kawasan Keramat Kawai 16, Aceh Barat, membawa berkah bagi petani sekaligus pedagang lokal. Melimpahnya hasil panen membuat pasokan semangka segar sangat banyak, dimanfaatkan untuk memberikan penawaran langsung ke konsumen dengan harga terjangkau.

Pemilik kebun sekaligus penjual, Tengku Basyariah, menjual semangka non biji hasil panennya seharga Rp7.000 per kilogram. Harga ini jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran umum. Langkah ini diambil untuk menarik minat pembeli sekaligus menghabiskan stok segar yang baru dipetik.

Strategi Potong Rantai Distribusi

Tengku Basyariah menjelaskan bahwa pemangkasan harga signifikan dimungkinkan karena ia memotong rantai distribusi. Dengan memanen langsung dari kebun miliknya sendiri di Keramat Kawai 16, ia tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk tengkulak.

Ia memilih berjualan di persimpangan Lapang Meulaboh, bukan di dalam pasar seperti pedagang kebanyakan. Strategi penjualan langsung di lokasi strategis ini terbukti efektif dan diminati masyarakat.

Omzet hingga Rp5 Juta per Hari

Lapak dagangannya di persimpangan Lapang mulai beroperasi pukul 10.00 WIB hingga malam hari dan selalu ramai dikunjungi pembeli. Dari hasil penjualan, Tengku Basyariah mengaku mampu mengantongi omzet hingga Rp5 juta per hari.

Ia optimis usahanya di Aceh Barat akan terus berjalan lancar karena stok semangka diperkirakan akan selalu tersedia selama masa panen raya masih berlangsung.