Media Kampung, Persaingan kecerdasan buatan (AI) semakin ketat pada 2026. Berdasarkan hasil pengujian terbaru dari TrackingAI menggunakan Mensa Norway IQ Test, dua model AI berhasil mencetak skor IQ 145, masuk kategori jenius. Keduanya adalah Grok-4.20 Expert Mode (Vision) dari xAI dan GPT-5.4 Pro (Vision) dari OpenAI.
Skor tersebut jauh melampaui rata-rata IQ manusia yang berada di angka 100. Bahkan, model AI peringkat ketiga, Gemini 3.1 Pro Preview (Vision) dari Google, meraih skor 141, masih di atas ambang gifted (130).
10 Besar AI dengan IQ Tertinggi 2026
TrackingAI menguji puluhan model AI dengan tes yang berfokus pada logika dan pengenalan pola visual. Berikut peringkat lengkapnya:
- xAI Grok-4.20 Expert Mode (Vision) — 145
- OpenAI GPT-5.4 Pro (Vision) — 145
- Google Gemini 3.1 Pro Preview (Vision) — 141
- OpenAI GPT-5.4 Thinking (Vision) — 139
- OpenAI GPT-5.3 — 136
- xAI Grok-4.20 Expert Mode — 133
- OpenAI GPT-5.4 Thinking — 133
- Meta AI Muse Spark — 133
- Google Gemini 3.1 Pro Preview — 132
- Alibaba Qwen 3.5 — 130
Di luar 10 besar, Claude 4.6 Opus dari Anthropic memperoleh skor 130, DeepSeek R1 meraih 112, dan Perplexity berada di angka 97.
Metode Pengujian
Pengujian menggunakan Mensa Norway IQ Test yang terdiri dari 35 soal pola visual, bentuk, simbol, dan hubungan antarobjek. Model AI yang mendukung visi (vision) menerima soal dalam bentuk gambar asli, sementara model berbasis teks mendapat deskripsi teks. Untuk menjaga konsistensi, TrackingAI memberikan hingga 10 kali kesempatan jika model gagal menjawab atau menolak merespons.
Perkembangan Pesat dalam Setahun
TrackingAI mencatat bahwa pada 2025, skor IQ tertinggi AI masih di kisaran 135. Kini, hanya dalam waktu sekitar satu tahun, skor tertinggi meningkat menjadi 145. Hal ini menunjukkan kemampuan penalaran AI berkembang sangat cepat, terutama dalam menyelesaikan persoalan logika dan mengenali pola kompleks.
Skor IQ Bukan Satu-satunya Tolok Ukur
Meski skor IQ tinggi, TrackingAI menegaskan bahwa tes tersebut hanya mengukur sebagian kecil kemampuan AI. Aspek penting lain seperti kemampuan menulis kode, akurasi informasi, kreativitas, penggunaan tools, keamanan, dan produktivitas dalam pekerjaan nyata tidak dinilai. Dengan kata lain, AI dengan IQ tertinggi belum tentu menjadi chatbot terbaik untuk semua kebutuhan.
Rekomendasi Berdasarkan Kebutuhan
Setiap model AI memiliki keunggulan berbeda. GPT-5.4 unggul untuk menulis, analisis, coding, dan pekerjaan profesional. Grok-4.20 memiliki penalaran tinggi serta akses informasi real-time melalui ekosistem X. Gemini 3.1 Pro kuat dalam pemrosesan multimodal dan terintegrasi dengan layanan Google. Claude 4.6 Opus dikenal unggul dalam penulisan panjang, analisis dokumen, dan keamanan. Qwen 3.5 menawarkan performa tinggi dengan efisiensi baik untuk pengembang.
Pemilihan chatbot terbaik tetap bergantung pada kebutuhan pengguna, mulai dari produktivitas, pemrograman, analisis data, hingga pembuatan konten.























Tinggalkan Balasan