Media Kampung, Harga Bitcoin jatuh ke bawah level penting USD63.000 pada Rabu (8/7/2026) karena meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran serta kekhawatiran suku bunga tinggi. Bitcoin diperdagangkan di sekitar USD62.553, turun 1,2 persen, setelah sempat naik di atas USD64.500 pada sesi sebelumnya.
Penyebab utama penurunan adalah eskalasi konflik militer AS-Iran yang mendorong investor menjauh dari aset berisiko seperti mata uang kripto. AS melancarkan serangan militer ke target-target Iran di Irak pada Selasa setelah Iran kembali menyerang kapal dagang di Selat Hormuz. Iran membalas dengan serangan rudal dan drone ke pangkalan militer AS di kawasan Teluk. Kekhawatiran meluas bahwa konflik ini bisa berubah menjadi perang besar di Timur Tengah.
Investor juga khawatir pertempuran di dekat Selat Hormuz dapat mengganggu pasokan minyak global karena jalur tersebut merupakan salah satu jalur pelayaran minyak tersibuk di dunia. Harga minyak mentah Brent pun naik karena ekspektasi gangguan pasokan. Kenaikan harga minyak berpotensi mendorong inflasi lebih tinggi, sehingga meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve AS akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Suku bunga yang tinggi biasanya mengurangi permintaan terhadap investasi berisiko seperti Bitcoin.
Di sisi lain, investor institusional tetap membeli Bitcoin melalui ETF spot Bitcoin di AS. Menurut data SoSoValue, ETF spot Bitcoin yang tercatat di AS mencatat aliran masuk bersih selama tiga hari berturut-turut hingga Selasa. Investasi segar ini membantu membalikkan tren penarikan dana besar-besaran dari ETF Bitcoin sebelumnya. Pembelian ETF telah mendukung pemulihan Bitcoin dari level terendah akhir Juni, meskipun arus mingguan total masih negatif akibat arus keluar sebelumnya.
Perkembangan lain yang penting adalah rencana SEC AS untuk memperkenalkan aturan besar tentang mata uang kripto pada akhir bulan ini. Aturan yang disebut ‘Reg Crypto’ ini dapat mengurangi beban penggalangan dana dan regulasi bagi beberapa perusahaan rintisan kripto.
Sementara itu, Bitcoin masih bertahan di atas zona support penting USD58.000–USD60.000. Pergerakan harga saat ini menunjukkan level resistance kuat di USD64.000. Analis pasar menilai pelemahan baru-baru ini lebih mencerminkan aksi ambil untung setelah kenaikan sebelumnya, bukan perubahan tren sepenuhnya.






















Tinggalkan Balasan