Media Kampung – Bripda Nopandri Ramadhana, anggota Polres Katingan yang dilaporkan hilang saat menggerebek bandar narkoba di Desa Tumbang Kelemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, akhirnya ditemukan dalam keadaan gugur. Tim gabungan berhasil menemukan jenazah korban di Sungai Katingan, sekitar empat kilometer dari lokasi penggerebekan.
Kronologi Penemuan
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan penemuan jenazah tersebut. “Benar, tim gabungan berhasil menemukan jenazah diduga Bripda Nopandri di Sungai Katingan. Jasad korban ditemukan sejauh radius sekitar empat kilometer dari lokasi kejadian penggerebekan,” kata Dodik, Sabtu (4/7/2026).
Jenazah Bripda Nopandri langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Nanti akan kami informasikan perkembangan selanjutnya,” ujar dia.
Duka Mendalam dari Bareskrim
Bareskrim Polri menyampaikan dukacita atas gugurnya Bripda Nopandri. Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengatakan, “Almarhum gugur saat menjalankan tugas. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan.”
Eko menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi perhatian serius. Tim gabungan masih bekerja untuk mengungkap secara tuntas kejadian tersebut dan terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga terlibat. Bareskrim telah berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan dalam proses penyelidikan serta pengejaran.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mendukung proses penegakan hukum dengan memberikan informasi yang dapat membantu penyelidikan. Setiap informasi akan kami tindak lanjuti,” ujar Eko.
Kronologi Penggerebekan
Sebelumnya, jajaran Satresnarkoba Polres Katingan melakukan penggerebekan terhadap bandar narkoba di Desa Tumbang Kelemei. Aksi tersebut mendapat perlawanan dari pelaku. Akibatnya, seorang anggota Polres Katingan tewas dalam insiden tersebut, sementara dua anggota lainnya dilaporkan hilang.
Personel yang gugur adalah Aiptu Yudhie Perdana Putra. Dua polisi yang hilang adalah Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana. Hingga saat ini, seorang pelaku berinisial S telah ditangkap. Pelaku merupakan bagian dari kelompok bandar narkoba yang menyerang polisi saat penggerebekan.
Perkembangan Terkini
Dengan ditemukannya jenazah Bripda Nopandri, pencarian terhadap Aiptu Sumaryanto masih terus dilakukan. Pihak kepolisian belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kondisi Aiptu Sumaryanto. Penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku lainnya masih berlangsung.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.























Tinggalkan Balasan