Media Kampung – Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FK UWKS) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Pendampingan Orang Tua dalam Pemenuhan Nutrisi Anak untuk Mendukung Tumbuh Kembang Optimal” di Balai Desa Batang Batang Daya, Kecamatan Batang Batang, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada Sabtu (27/6/2026). Program ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berfokus pada upaya promotif dan preventif dalam pencegahan stunting sejak dini.

Latar Belakang: Tantangan Gizi di Sumenep

Berdasarkan identifikasi kebutuhan masyarakat, masih ditemukan berbagai tantangan dalam pemenuhan gizi anak, antara lain tingginya risiko ketidakseimbangan nutrisi yang berpotensi menyebabkan stunting, rendahnya pemahaman orang tua mengenai pentingnya periode emas 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta belum optimalnya pemanfaatan bahan pangan lokal yang bernilai gizi tinggi.

Edukasi Komprehensif untuk Orang Tua

Tim pengabdian yang dipimpin oleh dr. Yunitati Maria Margaretha S., MS, didampingi dr. Haryson Tondy W., M.Si., Med., Sp.A dan dr. Elizabeth Haryanti, MH., Sp.PD., FINASIM, memberikan edukasi komprehensif mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi anak, pemberian ASI eksklusif, penerapan konsep gizi seimbang “Isi Piringku”, pemanfaatan pangan lokal seperti daun kelor dan ikan laut sebagai sumber protein dan zat besi, serta strategi pencegahan stunting berbasis keluarga. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Ni Luh Komang Ayu Hertina Sintara dan Fitrah Nirmalah sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengabdian.

Partisipasi dan Hasil Evaluasi

Sebanyak 35 peserta yang terdiri dari ibu menyusui, orang tua balita, dan kader Posyandu mengikuti kegiatan dengan antusias. Selain penyampaian materi, peserta mengikuti diskusi interaktif, simulasi penyusunan menu sehat, konsultasi langsung dengan narasumber, serta evaluasi menggunakan instrumen pre-test, post-test, dan kuesioner. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai perbedaan tumbuh dan kembang anak, pentingnya 1.000 HPK, pola makan bergizi seimbang, pembatasan konsumsi makanan ringan tinggi garam dan penyedap, serta komitmen memberikan ASI eksklusif selama enam bulan dan memantau pertumbuhan anak secara rutin melalui Posyandu.

Pemanfaatan Pangan Lokal sebagai Kunci

Tim pelaksana menilai bahwa meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan potensi pangan lokal sebagai sumber nutrisi keluarga merupakan modal penting dalam upaya menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas generasi mendatang. Daun kelor dan ikan laut yang melimpah di Sumenep menjadi fokus utama dalam edukasi gizi berbasis pangan lokal.

Luaran Kegiatan dan Keberlanjutan

Selain manfaat langsung bagi masyarakat, kegiatan ini menghasilkan luaran berupa peningkatan pengetahuan peserta yang dibuktikan melalui evaluasi, penyusunan media edukasi gizi berbasis pangan lokal, dokumentasi kegiatan, publikasi pada media massa, penyusunan artikel ilmiah untuk jurnal nasional terakreditasi, serta penguatan kerja sama dengan kader kesehatan dan pemerintah desa. Ketua tim pengabdian berharap edukasi ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga masyarakat semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga dan mampu mencegah stunting sejak dini melalui pendekatan berbasis komunitas.

Kegiatan ini didanai oleh Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) sebagai bentuk dukungan terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tim pelaksana menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UWKS serta Pemerintah Desa Batang Batang Daya, Kabupaten Sumenep, yang telah menjadi mitra strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.


Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.