Media Kampung – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan serangkaian program pengabdian di Desa Pangpong, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan pada awal Mei 2026, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan warga melalui edukasi parenting, inovasi pangan lokal, layanan kesehatan, dan kebersihan lingkungan.
Pertemuan pertama diadakan di TK DWP 3 Pangpong, di mana tim KKN memberikan pelatihan pembuatan olahan kacang hijau sebagai makanan sehat, bergizi, dan mudah diproduksi di rumah, sekaligus mempererat hubungan antara wali murid dan sekolah.
Selanjutnya, mahasiswa menyelenggarakan penyuluhan bertajuk “Parenting yang Bijak di Era Digital” yang membahas dampak positif dan negatif penggunaan gadget pada anak serta strategi pendampingan yang efektif, dengan diskusi interaktif dan sesi tanya jawab yang mendapat antusiasme tinggi.
Program edukasi parenting dilengkapi materi tentang pola komunikasi terbuka, pengaturan waktu layar, serta pentingnya aktivitas fisik, sehingga orang tua dapat menyesuaikan pendekatan mereka dalam era teknologi yang cepat berubah.
Setelah penyuluhan, KKN mengadakan lomba olahan kacang hijau yang melibatkan warga setempat; peserta menampilkan variasi inovatif seperti kue, snack, dan minuman, memperlihatkan kreativitas serta potensi ekonomi bahan pangan lokal.
Kompetisi tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mendorong pemanfaatan kacang hijau secara produktif, memberikan peluang usaha mikro bagi keluarga di desa.
Di sisi kesehatan, mahasiswa bekerja sama dengan tenaga medis desa untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah dan konsultasi bagi lansia di Polindes, serta memberikan edukasi pola hidup sehat guna mengurangi risiko penyakit kronis.
Kegiatan pemeriksaan kesehatan berlangsung secara rutin selama tiga hari, memberikan akses layanan medis yang biasanya sulit dijangkau oleh penduduk lansia di daerah terpencil.
Penutup rangkaian program diwarnai dengan gotong royong bersih desa, dimana seluruh elemen masyarakat—mahasiswa, wali murid, tokoh agama, dan aparat desa—bersatu membersihkan jalan, selokan, dan area publik, menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman.
Keterlibatan luas tersebut menegaskan sinergi antara akademisi dan masyarakat, memperlihatkan bagaimana KKN dapat menjadi jembatan transfer pengetahuan sekaligus memperkuat rasa kebersamaan.
Respons warga sangat positif; mereka menyatakan harapan agar program serupa berlanjut setiap tahun karena terbukti meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kualitas hidup secara berkelanjutan.
KKN merupakan bagian wajib kurikulum Universitas Muhammadiyah Jember, yang menekankan pengabdian kepada masyarakat sebagai sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa.
Dengan hasil yang menggembirakan, tim KKN berencana memperluas cakupan kegiatan ke desa tetangga, menambah modul kesehatan mental dan pelatihan pertanian organik untuk memperkuat keberlanjutan program.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan