Media Kampung – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berhasil meningkatkan kenyamanan dan keamanan kegiatan belajar mengajar di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Program ini sekaligus memperkuat akses pendidikan bermutu bagi masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan.
Komitmen Pemerintah untuk Pendidikan Berkeadilan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Muti, menegaskan bahwa revitalisasi satuan pendidikan merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan bagi seluruh anak Indonesia. “Revitalisasi satuan pendidikan ini adalah wujud nyata kehadiran negara untuk menghadirkan keadilan akses pendidikan yang bermutu. Sekolah harus menjadi tempat yang paling dirindukan dan menyenangkan bagi siswa untuk menuntut ilmu,” ujar Muti di Jakarta Pusat, Rabu, 1 Juli 2026.
Dampak Nyata di SMP Swasta Maritim Mola
Salah satu sekolah yang merasakan manfaat program tersebut adalah SMP Swasta Maritim Mola di Kabupaten Wakatobi. Sebelum direvitalisasi, sekolah yang berdiri di atas kawasan perairan itu menghadapi berbagai persoalan, mulai dari ruang kelas bocor, lantai yang rapuh, hingga struktur bangunan berbahan kayu yang mulai lapuk. Kepala SMP Swasta Maritim Mola, Narto, menjelaskan bahwa lokasi sekolah yang berada di tengah permukiman Suku Bajo menghadirkan tantangan tersendiri dalam pembangunan sarana pendidikan. Meski demikian, sekolah tetap menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat pesisir. “Secara geografis sekolah kami berada di tengah komunitas Suku Bajo di kawasan pesisir. Setelah pulang sekolah, banyak anak-anak yang ikut orang tua mereka melaut atau memancing. Karena itu, sekolah juga harus mampu menghadirkan pembelajaran yang adaptif, tanpa membuat mereka kehilangan identitas dan tradisi kemaritiman,” ujarnya.
Alokasi Dana dan Pembangunan Sarana
Melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, SMP Swasta Maritim Mola memperoleh anggaran sekitar Rp2,96 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membangun empat ruang kelas baru, ruang perpustakaan, ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), ruang administrasi, toilet, serta merehabilitasi laboratorium IPA. Narto mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, khususnya bagi sekolah di kawasan pesisir. Menurutnya, revitalisasi tersebut telah membawa perubahan nyata yang mendukung proses belajar mengajar sekaligus meningkatkan semangat siswa dalam menempuh pendidikan.
Lingkungan Belajar yang Aman dan Nyaman
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa revitalisasi sekolah merupakan upaya pemerintah menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman hingga ke wilayah pesisir dan kepulauan. “Bagi anak-anak Suku Bajo di Wakatobi, sekolah yang layak bukan sekadar bangunan baru, melainkan ruang aman dan nyaman untuk menumbuhkan harapan, menjaga identitas kemaritiman, dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik,” katanya.
Program revitalisasi ini menjadi contoh konkret bagaimana intervensi pemerintah dapat mengatasi tantangan geografis dan infrastruktur di daerah terpencil, sekaligus memastikan bahwa setiap anak Indonesia mendapatkan hak pendidikan yang layak.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.






















Tinggalkan Balasan