Media Kampung – Penumpang moda udara pada libur panjang Iduladha hingga Hari Lahir Pancasila diperkirakan tidak mengalami lonjakan, kata Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi. Prediksi mencakup 37 bandara di Indonesia dengan total perkiraan tiga juta penumpang antara 26 Mei dan 2 Juni 2026.

Pahlevi menyebut puncak penumpang akan tercapai pada 26 Mei dengan sekitar 412 ribu orang dalam tiga ribu penerbangan, dan pada 1 Juni sekitar 423 ribu penumpang dengan jumlah penerbangan serupa. Angka tersebut masih di bawah tingkat perjalanan tahun lalu.

Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan, InJourney Airports telah mengatur slot take‑off dan landing, serta menyiapkan area parkir udara yang optimal. Koordinasi dengan pihak terkait meliputi proses check‑in, boarding, penanganan bagasi, hingga transportasi publik di sekitar bandara.

Di Bandara Soekarno‑Hatta, Asisten Deputi Komunikasi dan Hukum Yudistiawan melaporkan penurunan penumpang pada 28 Mei 2026 menjadi 97.853 jiwa dengan 841 penerbangan. Jumlah ini turun dibandingkan periode yang sama tahun 2025 dan dibandingkan dengan 27 Mei 2026 yang mencatat 101.686 penumpang.

Penumpang di Soekarno‑Hatta didominasi oleh tiga terminal, dengan Terminal 1 melayani 21.031 penumpang, Terminal 2 sebanyak 29.268, dan Terminal 3 sebesar 47.554, masing‑masing dengan lebih dari 200 penerbangan. Distribusi ini mencerminkan peran utama terminal dalam mengatasi arus penumpang selama libur panjang.

Meskipun total penumpang tidak naik, semua bandara InJourney berkomitmen menjaga standar layanan, keamanan, dan keselamatan selama periode libur nasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.