Media Kampung – Tesco, raksasa ritel asal Inggris, mengambil langkah drastis dengan memindahkan 40.000 beban kerja server dari platform VMware. Keputusan ini diambil di tengah sengketa hukum dengan Broadcom, perusahaan yang mengakuisisi VMware pada November 2023. Dalam gugatan yang diajukan ke Pengadilan Tinggi Inggris, Tesco menuding Broadcom melakukan ‘tindakan sewenang-wenang’ dan melanggar kontrak.

Menurut laporan The Register pada September 2024, Tesco sebelumnya telah membeli lisensi perpetual untuk VMware vSphere Foundation dan Cloud Foundation pada Januari 2021. Selain itu, mereka juga berlangganan VMware Tanzu dan layanan dukungan hingga 2026, dengan opsi perpanjangan empat tahun. Namun, setelah Broadcom mengambil alih VMware, perusahaan tersebut menolak menghormati kesepakatan yang sudah ada.

Broadcom justru berusaha memaksa Tesco membayar harga yang disebut ‘berlebihan dan meningkat’ untuk perangkat lunak virtualisasi yang sebenarnya sudah dibeli. Tesco juga tidak diizinkan membeli layanan dukungan untuk lisensi perpetual yang sudah dimiliki tanpa harus membeli lisensi berbasis langganan yang tumpang tindih untuk produk yang sama. Praktik ini dinilai merugikan Tesco yang sudah berinvestasi besar pada infrastruktur VMware.

Akibatnya, Tesco memutuskan untuk memindahkan puluhan ribu beban kerja server ke platform lain. Langkah ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada VMware, tetapi juga menjadi sinyal keras bagi Broadcom bahwa pelanggan besar tidak akan tinggal diam terhadap praktik monopoli. Kasus ini menjadi perhatian industri teknologi karena menyangkut perubahan kebijakan lisensi pasca-akuisisi yang kontroversial.

Hingga berita ini diturunkan, proses hukum masih berlangsung dan Tesco terus melanjutkan migrasi server secara bertahap. Belum ada komentar resmi dari Broadcom mengenai tuntutan Tesco. Sengketa ini diperkirakan akan menjadi preseden penting dalam hubungan antara vendor perangkat lunak dan pelanggan korporasi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.