Media Kampung – Volkswagen tengah menimbang kemungkinan membawa sejumlah mobil listrik yang dikembangkan dan diproduksi di China ke pasar Eropa. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pabrikan asal Jerman tersebut dalam memanfaatkan kecepatan inovasi di China sekaligus memperkuat jajaran mobil listrik di Eropa.
Studi Kelayakan dan Model yang Dipertimbangkan
Volkswagen sudah melakukan studi internal untuk menilai apakah lebih menguntungkan mengimpor kendaraan listrik dari China atau memproduksinya secara lokal di Eropa, seperti di pabrik mereka di Zwickau, Jerman. Salah satu model utama yang jadi kandidat kuat adalah Volkswagen ID. Era 9X, sebuah SUV listrik dengan kapasitas enam penumpang yang mengusung teknologi extended-range electric vehicle (EREV) dengan mesin bensin sebagai generator tenaga.
Selain itu, model lain yang sedang dipertimbangkan adalah ID. Era 5X, sebuah SUV listrik lima penumpang yang diproduksi oleh SAIC-Volkswagen di China. Mobil ini dibangun di atas platform Compact Main Platform (CMP) dan menggunakan teknologi elektronik CEA yang dikembangkan bersama Xpeng. ID. Era 5X dibekali motor listrik 155 kW dan baterai LFP dari CATL, dilengkapi dengan teknologi LiDAR dan sistem bantuan berkendara Xingyun yang mampu navigasi otomatis dalam area perkotaan.
Volkswagen juga memiliki model ID. Era 5S dengan teknologi plug-in hybrid yang menggabungkan mesin bensin 1.500 cc dan motor listrik, memberikan jarak tempuh listrik hingga 160 km berdasarkan pengujian CLTC dan jarak tempuh kombinasi lebih dari 2.000 km.
Model Lain dalam Portofolio Kolaborasi Volkswagen dan Xpeng
Selain ID. Era, Volkswagen bersama Xpeng juga mengembangkan model ID. Unyx 08 dan ID. Unyx 09. ID. Unyx 08 adalah SUV listrik yang sudah dijual di China dengan kapasitas baterai 82 kWh dan 95 kWh serta jarak tempuh hingga 730 km menurut standar CLTC. Sedangkan ID. Unyx 09 merupakan sedan listrik berperforma tinggi dengan tenaga hingga 496 dk pada versi all-wheel drive (AWD).
Penyesuaian dan Regulasi untuk Pasar Eropa
Meskipun berbagai model tersebut menjanjikan, Volkswagen masih perlu melakukan penyesuaian perangkat lunak, sistem bantuan pengemudi, serta komponen lainnya agar sesuai dengan regulasi ketat dan tarif impor di Eropa. Hal ini menjadi tantangan penting sebelum kendaraan-kendaraan tersebut bisa dipasarkan di benua Eropa.
Konteks dan Dampak Strategi Volkswagen
Perkembangan ini mencerminkan perubahan lanskap produksi otomotif global, di mana China kini menjadi basis utama pengembangan dan produksi mobil listrik untuk pasar global. Dengan mengadopsi model produksi dan teknologi dari China, Volkswagen berharap dapat mempercepat ekspansi mobil listrik mereka di Eropa dan memenuhi tuntutan pasar yang semakin mengarah ke kendaraan ramah lingkungan.
Strategi ini juga menandai langkah penting dalam persaingan industri otomotif yang semakin kompetitif, khususnya dalam era transformasi menuju elektrifikasi kendaraan secara global.














Tinggalkan Balasan