Media Kampung, Jakarta – Jumlah penumpang Light Rail Transit (LRT) Jakarta diperkirakan meningkat signifikan setelah jalur diperpanjang hingga Stasiun Manggarai. Proyeksi awal menunjukkan penumpang bisa mencapai 60 ribu orang per hari dan dalam kondisi normal dapat mencapai 80 ribu orang, jauh lebih tinggi dibandingkan target awal sekitar 4.000 penumpang saat rute masih terbatas Kelapa Gading-Velodrome.

Peningkatan Jumlah Penumpang dan Konektivitas

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa peningkatan jumlah penumpang LRT Jakarta terjadi seiring dengan perluasan jangkauan rute yang kini menghubungkan lebih banyak kawasan strategis di ibu kota. Dengan perpanjangan jalur dari Velodrome hingga Manggarai, LRT Jakarta memiliki panjang sekitar 12,2 kilometer dengan 11 titik pemberhentian.

Baca juga:

Perluasan ini membuat LRT Jakarta memiliki konektivitas lebih luas dan dapat terintegrasi dengan jaringan transportasi lain seperti KRL, sehingga memberikan pilihan perjalanan yang lebih variatif bagi masyarakat tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.

Persiapan Operasional dan Proyeksi Masa Depan

Tingkat kesiapan operasional jalur baru ini sudah mencapai hampir 98 persen. Pemerintah Jakarta menargetkan perpanjangan trase hingga Dukuh Atas selesai pada Agustus 2028 dengan dana yang sudah tersedia. Pramono Anung optimistis jika jalur ini sudah terhubung ke Dukuh Atas, jumlah penumpang akan melebihi target saat ini.

Baca juga:

Lebih jauh, konektivitas yang semakin luas diharapkan dapat memperpendek waktu perjalanan antar kawasan di Jakarta. Contohnya, perjalanan dari Jakarta Selatan menuju Kelapa Gading dapat ditempuh dengan kombinasi MRT dan LRT dalam waktu kurang dari satu jam, meningkatkan efisiensi mobilitas warga.

Peran LRT Jakarta dalam Sistem Transportasi Ibu Kota

Pemerintah juga menargetkan LRT Jakarta sebagai salah satu tulang punggung transportasi umum di ibu kota dengan jam operasional mulai pukul 05.00 hingga 24.00 WIB. Selain itu, pengembangan kawasan berorientasi transit akan dilakukan, termasuk di sekitar Manggarai, untuk mendukung integrasi moda transportasi dan peningkatan kenyamanan pengguna.

Baca juga:

Dengan langkah ini, diharapkan LRT Jakarta tidak hanya meningkatkan kapasitas angkut penumpang, tetapi juga membantu mengurangi kemacetan dan polusi di Jakarta melalui pengurangan ketergantungan pada kendaraan pribadi.