Media Kampung – NASA mengumumkan rencana ambisius untuk membangun basis permanen di Bulan dengan tahap awal pembangunan infrastruktur semi-permanen yang akan dimulai pada 2029. Proyek ini bertujuan menghadirkan kehadiran manusia berkelanjutan di Bulan mulai 2032 dengan aktivitas rutin dan rotasi kru yang terjadwal.

Rencana pembangunan basis Bulan ini dibagi menjadi tiga fase. Fase pertama, yang berlangsung hingga 2029, akan melibatkan sekitar 25 peluncuran ke Bulan, termasuk misi berawak. Pada periode ini, NASA berfokus pada eksplorasi awal seperti misi Artemis yang dijadwalkan melakukan penerbangan keliling Bulan pada tahun depan dan pendaratan manusia di Bulan pada 2028. Tahap ini juga mencakup pengembangan kendaraan penggerak seperti rover dan drone, serta pengujian sistem pendukung energi untuk basis tersebut.

Salah satu misi penting di fase awal adalah pengoperasian rover VIPER yang akan menjelajahi Kutub Selatan Bulan untuk mencari es air dan sumber daya bernilai lain yang dapat mendukung kehidupan di sana. Fase kedua berlangsung dari 2029 hingga 2032, di mana manusia akan menguji kendaraan rover bertekanan serta membangun sumber energi berbasis tenaga surya dan nuklir untuk menunjang aktivitas di permukaan Bulan.

Setelah fase kedua selesai, NASA menargetkan fase ketiga dimulai pada 2032, yang menandai kehadiran manusia secara berkelanjutan di Bulan. Pada tahap ini, pembangunan habitat permanen akan dilakukan dan misi pengiriman kargo tanpa awak akan mulai dijalankan secara rutin untuk mendukung operasi di basis Bulan.

Carlos García-Galán, eksekutif program Basis Bulan NASA, menyatakan bahwa pengembangan modul hunian dan logistik yang memadai akan memungkinkan manusia untuk menetap secara permanen tanpa rencana untuk mundur. Meski begitu, kendala teknologi dan penundaan peluncuran masih menjadi tantangan bagi NASA, terutama terkait kesiapan sistem pendaratan manusia yang dikembangkan oleh SpaceX.

NASA sebelumnya sempat menargetkan pendaratan manusia di Bulan pada tahun ini, namun kini jadwal tersebut mundur menjadi minimal dua tahun lagi. Di sisi lain, China juga tengah mengembangkan program luar angkasa mereka dengan tujuan mengirim manusia ke Bulan dalam dekade ini.

Dengan rencana yang semakin terperinci dan terjadwal, NASA berusaha mewujudkan kehadiran manusia jangka panjang di Bulan sebagai langkah strategis untuk eksplorasi lebih jauh di tata surya. Proyek basis Bulan ini menjadi tonggak baru dalam perjalanan manusia mengembangkan kehidupan di luar Bumi dan menyediakan platform ilmiah serta logistik untuk misi masa depan.

Perkembangan terbaru dari program ini terus dipantau mengingat pentingnya teknologi pendukung dan kerja sama internasional untuk mewujudkan tujuan tersebut. NASA tetap berkomitmen menjalankan rencana tahapan demi tahapan, meskipun menghadapi berbagai tantangan teknis dan jadwal yang dinamis.

Secara keseluruhan, pembangunan basis Bulan dengan fokus pada infrastruktur semi-permanen pada 2029 menandai langkah besar dalam upaya manusia memperluas kehadiran di luar angkasa secara permanen dan berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.