Media Kampung – Tim ilmuwan internasional berhasil mengungkap asal energi supernova super terang yang selama ini menjadi misteri. Berdasarkan analisis data dari Teleskop Gamma-ray Fermi milik NASA, ditemukan bahwa ledakan bintang tersebut mendapat dorongan energi dari magnetar, yaitu bintang neutron dengan medan magnet sangat kuat yang terbentuk ketika inti bintang runtuh.

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Astronomy & Astrophysics dan menjadi bukti paling kuat setelah hampir dua dekade pencarian sinyal sinar gamma dari ribuan supernova. Sebelumnya, para astronom hanya memperoleh indikasi awal tanpa kepastian yang jelas terkait sumber energi supernova super terang tersebut.

Supernova jenis ini terjadi ketika sebuah bintang masif kehabisan bahan bakar dan akhirnya runtuh serta meledak. Proses tersebut menghasilkan objek padat berupa bintang neutron atau lubang hitam, sementara sisa materialnya terdorong keluar membentuk awan panas yang mengembang. Beberapa supernova yang tergolong sangat terang ini mampu memancarkan cahaya hingga sepuluh kali lebih kuat dibanding supernova biasa.

Objek penelitian utama adalah supernova SN 2017egm yang terjadi di galaksi NGC 3191, berjarak sekitar 440 juta tahun cahaya dari Bumi. Meskipun lokasinya sangat jauh, peristiwa ini termasuk supernova super terang terdekat yang pernah diamati oleh para ilmuwan.

Analisis data menunjukkan bahwa hanya SN 2017egm yang memperlihatkan bukti kuat adanya emisi sinar gamma. Temuan ini membuka peluang baru untuk memahami mekanisme energi yang menggerakkan supernova super terang, sekaligus memperkuat peran magnetar sebagai sumber utama energi dalam fenomena tersebut.

Penemuan ini menandai kemajuan penting dalam bidang astronomi dan astrofisika, khususnya dalam pengamatan dan pemahaman ledakan bintang yang sangat energik. Para ilmuwan berharap penelitian lebih lanjut dapat menggali lebih dalam tentang magnetar dan pengaruhnya terhadap evolusi bintang serta alam semesta secara lebih luas.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.