Media Kampung – Hujan meteor Eta Aquarids 2026 akan mencapai puncaknya pada tanggal 5 hingga 6 Mei, dengan waktu optimal untuk pengamatan dimulai sekitar pukul 02.00 WIB hingga menjelang subuh. Fenomena ini menawarkan kesempatan langka bagi pengamat di Indonesia untuk menyaksikan ribuan meteorit meluncur melintasi langit malam.

Menurut informasi dari situs space.com, hujan meteor dapat mulai terlihat pada malam sebelumnya, sekitar pukul 23.00 WIB, namun intensitasnya masih terbatas sampai mendekati puncak. Pada rentang waktu 02.00 hingga 05.00 WIB, jumlah meteorit yang tampak akan meningkat signifikan, memberikan peluang terbaik sebelum matahari terbit.

Eta Aquarids muncul ketika Bumi melintasi jejak debu sisa komet Halley, yang meninggalkan partikel-partikel halus di orbitnya. Partikel ini masuk ke atmosfer dengan kecepatan sekitar 1,6 kilometer per detik, menciptakan jejak cahaya yang disebut meteor. Karena asalnya dari konstelasi Aquarius, meteorit biasanya tampak muncul dari arah utara-kulon pada malam hari.

Pengamat disarankan memilih lokasi yang jauh dari polusi cahaya, seperti daerah pedesaan atau taman nasional, untuk memaksimalkan visibilitas. Penting pula memberi waktu bagi mata untuk beradaptasi dalam kondisi gelap setidaknya 15 menit, serta menghindari penggunaan lampu senter atau layar ponsel yang dapat mengganggu persepsi visual.

Walaupun fenomena ini lebih jelas terlihat di belahan bumi selatan, wilayah Indonesia tetap dapat menyaksikan sebagian meteorit sebelum fajar, terutama di daerah dengan langit bersih. Namun, cahaya bulan yang masih cukup terang pada periode tersebut dapat mengurangi jumlah meteorit yang terlihat, sehingga pemilihan lokasi yang minim cahaya buatan menjadi kunci.

“Hujan meteor Eta Aquarids diperkirakan akan berada di puncaknya pada tanggal 5 hingga 6 Mei 2026,” kata perwakilan NASA yang mengutip data dari science.nasa.gov. Pernyataan ini menegaskan keakuratan jadwal dan menguatkan harapan para astronom amatir di seluruh negeri.

Eta Aquarids merupakan salah satu hujan meteor tahunan yang biasanya muncul antara pertengahan April hingga awal Mei, dikenal dengan kecepatan meteornya yang tinggi dibandingkan dengan hujan meteor lain. Keunikan ini menjadikannya objek studi yang menarik bagi ilmuwan serta hiburan visual bagi publik.

Prakiraan cuaca pada malam puncak menunjukkan peluang besar untuk langit cerah di sebagian besar wilayah Indonesia, meski tetap disarankan memantau pembaruan ramalan cuaca lokal menjelang tanggal 5 Mei. Kondisi atmosfer yang stabil akan memperpanjang durasi tampilan meteorit di langit.

Dengan persiapan yang tepat, para pengamat dapat mencatat pengalaman visual yang luar biasa serta berbagi foto-foto meteorit dengan komunitas astronomi daring. Mengingat fenomena ini tidak terjadi setiap hari, kesempatan melihat hujan meteor Eta Aquarids 2026 menjadi momen berharga untuk menikmati keindahan alam semesta.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.