Media Kampung – Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menyatakan pada Rabu (6/5/2026) bahwa pembangunan huntara untuk warga terdampak bencana telah mencapai 93 persen, dengan total 19.169 unit selesai.

Juru Bicara Satgas PRR, Amran menjelaskan bahwa target awal adalah 20.473 huntara, sehingga masih tersisa sekitar 7 persen yang belum selesai dan sedang dalam proses pendataan serta pembangunan lanjutan.

“Kemudian huntara sudah 93 persen. Ini sudah hampir tuntas secara keseluruhan ya karena memang target kita supaya masyarakat semuanya bisa terfasilitasi untuk tinggal di huntara,” ujar Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat.

Data terperinci menunjukkan bahwa 19.169 huntara yang sudah dibangun tersebar di tiga provinsi, dengan Aceh menjadi wilayah yang masih menyimpan sebagian besar unit yang belum selesai.

Di Aceh, sebanyak 16.785 huntara telah selesai, mencakup 91 persen dari target 18.380 unit, sementara dua provinsi lainnya, Sumatera Barat dan Sumatera Utara, sudah mencapai target penuh.

Secara spesifik, Sumatera Utara mencatat 1.024 huntara yang telah selesai, dan Sumatera Barat mencatat 830 unit, keduanya sudah memenuhi kebutuhan yang direncanakan.

Amran menegaskan bahwa sisa 7 persen huntara yang belum selesai saat ini berada dalam tahap pendataan detail, sehingga pemerintah dapat mengidentifikasi lokasi tepat dan mempercepat proses konstruksi.

“Memang progres data ini ya, sisa dari sebesar 7% ini dalam tahap pendataan secara detail untuk huntara ya. Nah, kita menerima data tentunya yang 93% ini sudah terlaporkan dan 7% sementara progres terbangun,” tambahnya.

Fokus utama Satgas PRR kini diarahkan pada penyelesaian huntara di Aceh, mengingat wilayah tersebut masih memiliki unit yang belum selesai dan menjadi prioritas rehabilitasi.

Amran menutup dengan menekankan pentingnya percepatan penyelesaian huntara sebagai bagian integral dari proses pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi pasca bencana di Sumatera.

“Saat sekarang ini proses pemulihan rehabilitasi dan rekonstruksi ini contoh dari huntara kita kejar terus untuk penyelesaian,” pungkasnya, menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh masyarakat terdampak dapat kembali tinggal di hunian sementara yang layak.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.