Media Kampung – DPMD Jember memetakan 9 desa rawan konflik menjelang Pilkades serentak 2027, untuk mencegah gangguan dan memastikan proses demokratis berjalan aman. Langkah ini menjadi bagian dari persiapan 161 desa yang akan melaksanakan Pilkades.
Pemetaan dilakukan melalui koordinasi antara DPMD, Polres Jember, Bakesbangpol, dan unit internal pemerintah daerah, sebagaimana dijelaskan Kepala DPMD Adi Wijaya pada Rabu, 6 Mei. Hasil sementara menunjukkan sembilan desa tersebar di delapan kecamatan dengan potensi kerawanan tinggi.
“Data ini hasil kerja sama lintas‑instansi, dan kami akan terus memantau agar Pilkades 2027 dapat terlaksana tanpa konflik,” ujar Adi Wijaya. Ia menolak mengungkapkan nama desa secara spesifik untuk menghindari provokasi.
Penyebab kerawanan antara lain praktik politik uang dan kemungkinan terjadinya konflik horizontal antar warga. Faktor lain yang kerap memicu persaingan adalah kehadiran calon petahana yang kembali mencalonkan diri.
Pilkades serentak 2027 dijadwalkan di 161 desa Kabupaten Jember, dengan tujuan memperkuat pemerintahan desa melalui pemilihan kepala desa yang sah. Pemerintah daerah menargetkan proses yang transparan, akuntabel, dan berwawasan demokratis.
Polres Jember dan Bakesbangpol akan meningkatkan pengamanan di desa‑desa teridentifikasi, termasuk penempatan petugas keamanan dan pengawasan aktivitas kampanye. Koordinasi ini diharapkan dapat menurunkan intensitas potensi konflik.
Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Jember, Budi Wicaksono, menegaskan komisi akan memberi perhatian khusus pada desa‑desa rawan konflik. “Langkah antisipatif sejak awal sangat penting untuk mencegah gesekan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten berupaya memperkuat regulasi pelaksanaan Pilkades melalui tata tertib yang tegas, mencakup sanksi bagi pelanggaran politik uang dan aturan kampanye. Kebijakan ini diharapkan memberi pedoman jelas bagi seluruh calon.
Masyarakat desa yang berada dalam zona rawan diharapkan dapat berperan aktif melaporkan indikasi konflik kepada aparat, sehingga intervensi dapat dilakukan cepat. Partisipasi publik menjadi kunci keberhasilan antisipasi.
Pemetaan ini merupakan tahap awal; selanjutnya DPMD akan menyusun rencana aksi bersama pihak terkait menjelang hari pemungutan suara. Jadwal lengkap Pilkades 2027 akan diumumkan secara resmi oleh KPU setempat.
Dengan langkah pencegahan ini, DPMD optimis Pilkades 2027 dapat berlangsung aman, kondusif, dan mencerminkan kehendak rakyat. Keberhasilan pemilihan desa diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi tantangan serupa.
Hingga saat ini, tidak ada laporan konflik signifikan di desa‑desa yang telah dipetakan, menandakan upaya preventif sudah mulai memberikan efek. Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen melanjutkan pengawasan hingga Pilkades selesai.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan