Media Kampung – RRI.CO.ID, Jember – Pada Rabu 6 Mei 2026, 43 dokter baru Universitas Jember (UNEJ) resmi dilantik dalam Pengambilan Sumpah Dokter Program Profesi periode Februari 2026 di Auditorium UNEJ.

Pelantikan menandai dimulainya tugas mereka memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya di wilayah agraris.

Dekan Fakultas Kedokteran UNEJ, dr. Ulfa Elfiah, menegaskan komitmen universitas untuk menjadi pusat rujukan agromedis dunia dengan kurikulum yang menyesuaikan kebutuhan wilayah pertanian, perkebunan, dan pesisir.

“Hari ini adalah langkah baru bagi 43 dokter muda kita. Kami berkomitmen bertransformasi menuju pusat rujukan agromedis dunia,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kurikulum agromedis memberi ciri khas agar lulusan siap ditempatkan di mana saja, terutama di area agroindustri.

Prof. Bambang Kuswandi, Wakil Rektor IV UNEJ, mengajak para dokter muda menjadi “duta menara air” yang mengalirkan ilmu kedokteran ke daerah minim akses.

“Tugas Anda tidak hanya terbatas di area rumah sakit yang nyaman, tetapi menjadi benteng kesehatan masyarakat agraris,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya melayani pedesaan, perbatasan, dan kepulauan yang masih ‘kering’ akan layanan kesehatan.

Perwakilan dokter baru, dr. Galang Cahya Pamungkas, menyatakan bahwa sumpah dokter adalah janji suci sepanjang hayat.

“Sumpah ini kami pegang teguh sebagai amanah untuk melayani rakyat,” katanya.

Perwakilan orang tua, Dr. Bambang Wahyuadi, mengingatkan pentingnya kecerdasan emosional, sosial, dan spiritual dalam praktik kedokteran.

Ia menekankan bahwa dokter tidak hanya harus kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kepedulian manusiawi.

UNEJ juga mengumumkan persiapan tiga Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) sebagai kontribusi terhadap kebutuhan tenaga medis nasional.

Program tersebut diharapkan menambah jumlah dokter spesialis yang dapat melayani wilayah agraris dengan keahlian khusus.

Latar belakang kebijakan ini adalah tingginya kebutuhan layanan kesehatan di daerah pertanian dan perkebunan yang masih terbatas aksesnya.

Universitas Jember selama bertahun‑tahun mengembangkan kurikulum yang mengintegrasikan ilmu kedokteran dengan pengetahuan agronomi.

Dengan pelantikan ini, UNEJ menegaskan posisi sebagai lembaga pendidikan kedokteran yang responsif terhadap tantangan sektor agraris.

Para dokter muda diharapkan segera ditempatkan di puskesmas, rumah sakit daerah, dan klinik terpadu di seluruh Jawa Timur.

Kehadiran mereka diharapkan dapat menurunkan angka kematian ibu dan anak serta meningkatkan penanganan penyakit tropis yang sering muncul di daerah pertanian.

Pelantikan juga menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat jaringan layanan kesehatan di wilayah pedesaan.

Dengan dukungan UNEJ, diharapkan wilayah agraris Jember dan sekitarnya akan mendapatkan layanan kesehatan yang lebih merata dan berkualitas.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.