Media Kampung – Bad an Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mengumumkan bahwa Indeks Ketimpangan Gender (IKG) wilayah tersebut menurun menjadi 0,32 pada tahun 2025, menandakan kesenjangan gender semakin menyempit dan memperkuat upaya kesetaraan di provinsi ini.
Penurunan IKG sebesar 0,01 poin dibandingkan 2024 yang tercatat 0,34 sekaligus menurunkan angka tertinggi pada 2020 yang berada di 0,44, mencerminkan perbaikan kumulatif sebesar 1,2 poin selama lima tahun terakhir dan mengukuhkan tren penurunan yang konsisten.
Statistisi Ahli Madya BPS Jawa Timur, Nurul Adriana, menegaskan, “Ini mengindikasikan arah kesetaraan gender di Jawa Timur terus membaik,” sambil menambahkan bahwa data terbaru memberi dasar kuat bagi kebijakan publik yang menargetkan kesetaraan gender.
Pada dimensi kesehatan reproduksi, proporsi perempuan usia 15–49 tahun yang melahirkan di luar fasilitas kesehatan turun dari 0,032 pada 2024 menjadi 0,028 pada 2025, sementara persentase perempuan yang melahirkan pertama kali di bawah usia 20 tahun menurun dari 0,247 menjadi 0,231, mencerminkan peningkatan akses dan kesadaran akan layanan kesehatan yang lebih baik.
Di pasar tenaga kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan naik dari 60,64 % menjadi 62,29 % pada 2025, sementara TPAK laki‑laki mengalami penurunan kecil menjadi 85,89 %, dan Nurul menambahkan, “Peningkatan TPAK perempuan yang lebih tinggi dibanding laki‑laki menunjukkan peluang yang semakin setara di pasar kerja.”
Meski ada kemajuan, BPS mencatat bahwa perbaikan belum merata; daerah dengan IKG terendah pada 2025 meliputi Kota Madiun (0,092), Kota Kediri (0,125), Kota Malang (0,137), Kabupaten Madiun (0,139), dan Kota Surabaya (0,151), sementara beberapa kabupaten masih menunjukkan peningkatan ketimpangan.
Secara keseluruhan, data 2025 menegaskan bahwa kesenjangan gender di Jawa Timur terus menyempit, namun BPS mengingatkan perlunya upaya tambahan terutama di wilayah yang masih tertinggal agar tercapai kesetaraan yang merata di seluruh provinsi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan