Media Kampung – 13 April 2026 | Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono, memberikan dukungan moral dan motivasi kepada dua talenta muda asal Surabaya yang bersiap bertanding di kompetisi nasional, menegaskan semangat “Surabaya Wani”.
Pertemuan berlangsung pada Sabtu, 11 April 2026, di Gedung DPRD Surabaya, dimana Ghifara Denok Prameswari (Ghia) dan Afif beserta keluarga mereka menerima doa restu serta arahan dari Buleks, anggota Komisi B DPRD.
Ghia, yang merupakan Runner‑up Putri Kebaya Jawa Timur 2025, tengah menyiapkan diri untuk mengangkat nama provinsi di ajang Pemilihan Putri Kebaya Tingkat Nasional yang dijadwalkan di Yogyakarta pada Juli 2026.
“Kami ingin melestarikan kebaya sebagai warisan budaya, dan generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai tersebut,” ujar Buleks, menekankan pentingnya peran pemuda dalam pelestarian budaya.
Afif, seorang karateka muda berusia kadet, menargetkan kemenangan di Kejuaraan Nasional Karate Piala Ketua Umum PB FORKI 2026 yang akan digelar di Soreang, Kabupaten Bandung, 10‑13 Mei 2026.
“Saya akan berlatih keras untuk mengalahkan kompetitor dari seluruh Indonesia, dengan harapan dapat melaju ke Kejuaraan SKIF World Champions di Jordania,” kata Afif dengan keyakinan.
Buleks menilai bahwa prestasi Afif tidak lepas dari tradisi Jawa Timur yang dikenal kuat dalam pembinaan atlet karate, sehingga menaruh harapan besar pada performa sang atlet.
Selain motivasi pribadi, Buleks menekankan bahwa keberhasilan kedua muda tersebut memerlukan sinergi antara latihan rutin, disiplin, serta dukungan doa dari masyarakat Surabaya dan Jawa Timur.
Ia menambahkan, “Doa warga Surabaya sangat berharga, karena semangat kolektif dapat memperkuat mental para kompetitor dalam menghadapi tekanan kompetisi tingkat nasional.”
Kedua atlet muda tersebut juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Buleks dan pihak DPRD yang telah meluangkan waktu untuk mendengarkan aspirasi serta kebutuhan mereka menjelang kompetisi.
Ghia menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mengejar gelar, melainkan juga memperkenalkan nilai estetika kebaya kepada generasi muda di seluruh Indonesia.
Afif menambahkan, “Saya bertekad menjadikan pencapaian di Kejurnas sebagai batu loncatan untuk menorehkan prestasi di panggung internasional, demi mengharumkan nama Jawa Timur.”
Pernyataan Buleks mencerminkan keyakinan bahwa dukungan politik lokal dapat berperan penting dalam mengoptimalkan potensi atlet dan budayawan muda.
Dengan agenda kompetisi yang sudah terjadwal, kedua talenta tersebut akan segera berangkat ke lokasi masing‑masing untuk memulai fase persiapan intensif menjelang kompetisi.
Keberhasilan mereka diharapkan menjadi inspirasi bagi pemuda Surabaya lainnya, sekaligus mengukuhkan citra Surabaya sebagai kota yang berani, berbudaya, dan berprestasi di kancah nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.














Tinggalkan Balasan