Media Kampung – Puluhan wisatawan asal Surabaya dinyatakan positif narkoba setelah insiden kericuhan di Pantai Wedi Awu, Kabupaten Malang pada dini hari Selasa, 5 Mei.
Kelompok wisatawan tersebut terlibat dalam aksi kekerasan yang mengakibatkan enam korban luka dan enam kendaraan roda empat rusak, sementara barang bukti berupa balok kayu, batu, dan botol minuman keras berhasil diamankan.
Polisi Malang melakukan pemeriksaan urine terhadap seluruh 69 orang yang hadir, dan hampir setengah rombongan terindikasi mengonsumsi zat terlarang.
Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi, menyatakan, “Dari hasil tes urin, 31 orang terindikasi positif narkotika. Rinciannya 21 orang positif ganja, enam orang positif sabu, dan empat orang lainnya positif kedua jenis narkotika tersebut.”
Uji laboratorium menunjukkan 21 orang menguji positif ganja, enam orang menguji positif sabu, dan empat orang menguji positif kedua zat tersebut secara bersamaan.
Para wisatawan yang positif kini diamankan oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Malang dan akan diproses lebih lanjut melalui koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menentukan apakah mereka akan menjalani rehabilitasi atau proses hukum.
Sementara itu, 38 wisatawan yang hasil tesnya negatif dipulangkan ke Surabaya menggunakan bus yang difasilitasi oleh BPBD Kota Surabaya.
Penyelidikan utama terkait dugaan pengeroyokan dan perusakan kendaraan tetap berlangsung, dengan pihak kepolisian terus memburu pelaku yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan.
Tim gabungan Polres Malang dan BNN masih mendalami kronologi kejadian untuk mengungkap motif di balik kericuhan yang sempat mencoreng citra kawasan wisata pantai selatan Malang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan