Media Kampung – Sekolah ASRI tidak lagi menjadi sekadar slogan; program ini diwujudkan melalui kebijakan lingkungan belajar yang aman, sehat, resik, dan indah di Surabaya pada Rabu, 22 April 2026.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, mengunjungi SD Intan Permata Hati dan SDN Ketintang 1, lalu menilai kondisi lingkungan sangat memengaruhi kenyamanan serta efektivitas proses pembelajaran.

“Lingkungan sekolah yang bersih dan sehat, termasuk sekolah ini, akan mendorong kenyamanan siswa dalam belajar. Hal ini tidak boleh berhenti pada slogan, melainkan harus diwujudkan dalam praktik sehari-hari,” tegas Atip.

Program ASRI menjadi prioritas Kementerian, mengacu pada empat pilar utama—Aman, Sehat, Resik, dan Indah—yang dirancang untuk mendukung tumbuh kembang menyeluruh peserta didik.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menekankan peran strategis sekolah sebagai ruang pembiasaan nilai ASRI sejak dini, bukan sekadar tempat transfer pengetahuan tetapi arena pembentukan keberanian intelektual, ketangguhan spiritual, dan kepekaan sosial.

Pengelolaan sampah, pengurangan penggunaan plastik, serta penciptaan ruang kelas yang nyaman menjadi bagian integral dari semangat Indonesia ASRI, bertujuan menanamkan disiplin dan tanggung jawab pada anak usia dini.

Mu’ti menjelaskan bahwa keamanan mencakup aspek fisik, intelektual, spiritual, dan sosial; keamanan tersebut memungkinkan siswa belajar dengan tenang, berani menyampaikan pendapat, dan tidak takut melakukan kesalahan.

Aspek keamanan spiritual difokuskan pada pendampingan nilai keimanan dan moral melalui keteladanan, bukan sekadar hafalan, sehingga nilai spiritual terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari.

Keamanan sosial diarahkan pada pencegahan perundungan melalui budaya saling menghormati, empati, dan tanggung jawab bersama, termasuk ikrar rutin yang menjadi fondasi disiplin bagi siswa dan pendidik.

Contoh keberhasilan program terlihat pada penerapan larangan merokok yang konsisten di beberapa sekolah pilot, menunjukkan bahwa komitmen dan pembiasaan sehari-hari dapat mengubah perilaku secara signifikan.

Evaluasi internal mengindikasikan bahwa kualitas lingkungan sekolah berkontribusi pada pembentukan karakter siswa, selain prestasi akademik, dengan peningkatan kebiasaan kebersihan dan kepedulian sosial yang terukur.

Kondisi terbaru menunjukkan bahwa program ASRI terus diperluas ke lebih banyak satuan pendidikan di Jawa Timur, dengan target pelaksanaan nasional pada akhir tahun 2026.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.