Media Kampung – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, murka setelah mengetahui lift Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Lenteng Agung, Jakarta Selatan, tidak berfungsi akibat aksi vandalisme. Ia memerintahkan investigasi dan mengancam akan memasukkan pelaku ke dalam daftar hitam (blacklist) pengguna transportasi umum di Jakarta.

Pramono menegaskan bahwa tindakan perusakan fasilitas publik tidak akan ditoleransi. “Saya sudah minta untuk dilakukan investigasi. Siapapun yang melakukan itu saya minta untuk diambil tindakan dengan tegas dan kalau perlu kalau memang dia pengguna transportasi umum misalnya saya minta untuk di-blacklist untuk tidak bisa menggunakan transportasi umum yang ada di Jakarta karena vandalisme tidak kita kasih tempat di Jakarta,” ujarnya di Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026).

Kerusakan lift JPO Lenteng Agung diketahui terjadi pada awal Juni 2026. Kepala Pusat Data Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, menyatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan ditemukan sejumlah jaringan kabel listrik lift dalam kondisi terpotong. “Saat ini Lift JPO Lenteng Agung tidak dapat beroperasi sementara akibat kerusakan pada sistem kelistrikan yang disebabkan oleh tindakan vandalisme,” jelas Wenny.

Akibat lift tidak berfungsi, warga terutama lansia dan penyandang disabilitas kesulitan melintasi JPO yang memiliki 62 anak tangga. Seorang warga bernama Ari (50) mengaku harus menaiki dan menuruni puluhan anak tangga setiap hari karena lift mati selama 10 hari terakhir. Ia mengeluhkan kondisi tersebut karena membuatnya kehabisan napas.

Dinas Bina Marga DKI Jakarta saat ini tengah melakukan perbaikan sistem kelistrikan lift tersebut. Diharapkan dalam waktu dekat lift dapat kembali berfungsi secara optimal. Pramono menekankan bahwa pelaku vandalisme harus mendapat efek jera dan tidak boleh lagi menggunakan transportasi umum di Jakarta.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.