Media Kampung – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan program Literasi Sains Terapan di SMA Muhammadiyah 2 Genteng, Jember pada 27–28 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan konsep sains secara aplikatif kepada siswa melalui praktik fermentasi makanan.
Acara dilaksanakan selama dua hari, yakni Selasa dan Rabu, dengan melibatkan puluhan siswa kelas XI dan XII. Melalui kurikulum Merdeka, program ini menekankan pembelajaran berbasis eksperimen untuk menutup kesenjangan fasilitas laboratorium di sekolah.
Tema utama yang diangkat adalah fermentasi makanan, khususnya pembuatan susu kefir, karena proses tersebut mudah diamati dan relevan dengan kehidupan sehari‑hari. Mahasiswa menjelaskan peran mikroorganisme dalam mengubah susu menjadi minuman probiotik.
Siswa diberikan penjelasan mengenai bahan baku, kondisi suhu, perubahan pH, serta pentingnya higienitas selama proses fermentasi. Materi disajikan secara sederhana agar mudah dipahami dan langsung dapat dipraktekkan.
Setelah teori, peserta langsung memulai praktikum dengan mencampur susu dan starter kefir, kemudian memantau perubahan selama 24 jam. Selama proses, mereka mencatat warna, aroma, serta rasa yang muncul sebagai indikator keberhasilan fermentasi.
Selain menghasilkan susu kefir, siswa diajak mengolah hasil fermentasi menjadi smoothie kefir dengan tambahan buah-buahan lokal. Aktivitas ini menunjukkan potensi nilai ekonomi dari produk sains sederhana.
Salah satu pemateri, mahasiswa Fakultas Keguruan, menyatakan, “Melalui praktik ini, kami ingin siswa memahami bahwa teori yang ada di buku pelajaran bisa diaplikasikan secara langsung dan bahkan memiliki nilai ekonomi jika dikembangkan.”
Guru-guru di SMA Muhammadiyah 2 Genteng menyambut positif program ini, menilai bahwa kegiatan tersebut menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik yang selama ini terbatas oleh sarana. Mereka berharap kolaborasi serupa dapat berlanjut.
Sebelumnya, sebagian besar siswa menganggap pelajaran sains bersifat membosankan karena terfokus pada hafalan. Dengan Literasi Sains Terapan, antusiasme meningkat, dan mereka menjadi lebih aktif dalam mengajukan pertanyaan.
Kegiatan ini juga menumbuhkan keterampilan berpikir kritis, observasi, dan kerja tim di antara peserta. Mahasiswa pembimbing menekankan pentingnya sikap ilmiah dalam mengevaluasi hasil eksperimen.
Sebagai dampak jangka pendek, peserta memperoleh pengetahuan praktis tentang fermentasi dan manfaat probiotik bagi kesehatan. Secara jangka panjang, diharapkan mereka dapat mengembangkan produk serupa menjadi usaha mikro.
Program Literasi Sains Terapan ini akan dievaluasi oleh pihak universitas untuk perbaikan selanjutnya, sementara SMA Muhammadiyah 2 Genteng berencana menjadikan kegiatan serupa bagian rutin dari ekstrakurikuler sains.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan