Media Kampung – Badan riset pertahanan Amerika Serikat, DARPA, tengah menyiapkan sebuah misi revolusioner dengan meluncurkan satelit robotik yang mampu memperbaiki satelit lain secara langsung di orbit geostasioner. Program bernama Robotic Servicing of Geosynchronous Satellites (RSGS) ini dijadwalkan meluncur pada musim panas 2026 sebagai inovasi penting dalam teknologi servis satelit luar angkasa.

RSGS dikembangkan bersama Northrop Grumman melalui anak usahanya, SpaceLogistics. Inti dari misi ini adalah Mission Robotic Vehicle (MRV), sebuah wahana robotik yang dibekali dengan lengan mekanis presisi tinggi. MRV dapat melakukan inspeksi, perbaikan, pemindahan, serta peningkatan fungsi satelit yang beroperasi pada orbit geostasioner sekitar 36.000 kilometer dari Bumi.

Orbit geostasioner sendiri menjadi lokasi vital bagi berbagai satelit penting, termasuk untuk komunikasi, cuaca, navigasi, dan pertahanan. Namun, selama ini satelit di orbit tersebut memiliki keterbatasan karena sulitnya melakukan servis langsung saat mengalami kerusakan. Dengan hadirnya MRV, satelit yang selama ini dianggap hanya bisa digunakan sekali pakai dapat diperbaiki dan masa pakainya diperpanjang.

Setelah diluncurkan, MRV akan menempuh perjalanan selama sekitar 10 bulan menuju orbit geostasioner dan mulai beroperasi pada 2027. Kehadiran montir antariksa ini diharapkan mengubah paradigma pengelolaan satelit di orbit, dari yang sebelumnya bersifat sekali pakai menjadi lebih berkelanjutan dan efisien.

Dengan teknologi ini, masa operasional satelit yang sangat penting bagi berbagai sektor kehidupan manusia dapat ditingkatkan secara signifikan. Hal ini juga membuka peluang pengembangan layanan servis satelit yang lebih luas dan berkelanjutan di masa depan.

Secara keseluruhan, inisiatif DARPA melalui program RSGS dan MRV menjadi langkah strategis dalam mendorong kemajuan teknologi ruang angkasa sekaligus mengatasi tantangan biaya dan limbah antariksa. Misi ini akan dipantau secara ketat untuk memastikan keberhasilan dan dampak positifnya pada industri satelit global.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.