Media Kampung – Sejak 22 Mei 2026, Stasiun LRT Dukuh Atas secara resmi berubah nama menjadi Stasiun LRT Dukuh Atas–Bank Syariah Indonesia setelah terjalinnya kerja sama naming rights antara Bank Syariah Indonesia (BSI) dan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ).
Perubahan nama ini menandai langkah strategis dalam mengintegrasikan layanan perbankan syariah dengan aktivitas masyarakat urban yang semakin dekat dengan transportasi publik. Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menyatakan bahwa kehadiran nama BSI pada stasiun yang terletak di kawasan strategis ini menjadi simbol komitmen untuk mendukung generasi muda yang menjadikan transportasi publik sebagai bagian gaya hidup mereka.
Anggoro menambahkan bahwa BSI saat ini memiliki 23,7 juta nasabah dan terus mengembangkan inklusi keuangan syariah melalui layanan digital serta bullion bank yang menjadi pendorong pertumbuhan baru sejak tahun 2025. Inisiatif ini sekaligus memperkuat posisi BSI sebagai sahabat finansial, sosial, dan spiritual masyarakat.
Stasiun LRT Dukuh Atas–Bank Syariah Indonesia merupakan salah satu titik penting dalam jaringan LRT Jabodebek dengan volume penumpang yang sangat tinggi, mencapai sekitar 25 ribu pengguna setiap hari. Stasiun ini menjadi ujung dari dua jalur utama dari Cibubur dan Bekasi yang melayani mobilitas pekerja di pusat kota.
Melalui kemitraan ini, BSI menyelenggarakan kampanye bertajuk Melayani Sepenuh Hati, yang menghadirkan berbagai program edukasi dan promosi terkait literasi keuangan syariah, layanan digital, bullion bank, serta kemudahan transaksi non-tunai berbasis syariah di lingkungan LRT Jabodebek.
Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi PT Kereta Api Indonesia (KAI), I Gede Darmayusa, menyampaikan bahwa kerja sama naming rights ini merupakan bagian dari strategi KAI Group untuk mengoptimalkan aset dan memperkuat kolaborasi bisnis. Ia mengapresiasi dukungan BSI dalam proses transformasi besar-besaran yang tengah dijalankan KAI, baik dari segi modernisasi sarana, prasarana, maupun dukungan dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).
Darmayusa menekankan bahwa pemanfaatan aset KAI di luar pendapatan dari penumpang (non fare box) menjadi fokus dalam meningkatkan pendapatan perusahaan. Penamaan stasiun ini diharapkan dapat meningkatkan branding BSI sekaligus memberikan nilai tambah bagi pengguna LRT Jabodebek.
Perubahan nama Stasiun LRT Dukuh Atas menjadi Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia mencerminkan sinergi yang erat antara sektor perbankan syariah dan transportasi publik. Kolaborasi ini sejalan dengan upaya memperkuat inklusi keuangan dan mempercepat transformasi digital di lingkungan masyarakat urban, terutama di Jakarta dan sekitarnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan