Media Kampung – Setelah berjalan selama empat tahun, Microsoft akhirnya menuntaskan perseteruan hukum terkait akuisisi Activision Blizzard dengan kesepakatan penyelesaian sebesar 250 juta dolar AS. Penyelesaian ini mengakhiri gugatan yang diajukan oleh dana pensiun asal Swedia, Sjunde AP-Fonden, yang menilai bahwa Activision menjual perusahaannya terlalu cepat dan dengan harga yang dianggap terlalu rendah saat diakuisisi oleh Microsoft pada 2022.
Microsoft membeli Activision Blizzard dengan nilai transaksi sebesar 69 miliar dolar AS, angka yang cukup fantastis dalam industri game. Namun, belakangan muncul gugatan dari Sjunde AP-Fonden atau yang juga dikenal sebagai AP7, yang menuduh bahwa mantan CEO Activision, Bobby Kotick, memaksakan proses akuisisi agar cepat selesai untuk menghindari dampak negatif dari laporan kasus pelecehan seksual di perusahaan serta untuk melindungi keuntungan besar yang akan diterimanya dari transaksi tersebut.
Bobby Kotick kemudian mengajukan gugatan balik dengan klaim bahwa tuntutan AP7 sebenarnya didorong untuk memberi keuntungan bagi perusahaan game Swedia, Embracer, dalam memperkuat posisinya di pasar California dengan mengorbankan Activision. Embracer membantah tudingan tersebut dan menyatakan tidak membutuhkan bantuan dana pensiun Swedia untuk bersaing dengan Activision, meskipun perusahaan tersebut kemudian mengalami masalah finansial yang cukup besar pada tahun berikutnya.
Dengan kesepakatan penyelesaian sebesar 250 juta dolar AS, seluruh gugatan dari Sjunde AP-Fonden dan gugatan balik dari Kotick serta Microsoft kini resmi ditutup. Meskipun nominal tersebut terbilang besar, jumlah ini kurang dari setengah persen dari nilai pembelian Activision Blizzard oleh Microsoft, sehingga dianggap sebagai biaya kecil untuk mengakhiri perselisihan panjang tersebut.
Kesepakatan ini memungkinkan Microsoft untuk mengakhiri drama hukum yang telah berlangsung selama bertahun-tahun dan melanjutkan integrasi Activision ke dalam ekosistemnya tanpa menghadapi hambatan hukum yang berarti. Penyelesaian ini juga menandai babak baru dalam perjalanan Microsoft sebagai salah satu raksasa teknologi yang semakin memperkuat posisinya di industri game global.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.




