Media Kampung – Pendapatan Xbox mengalami penurunan sebesar 1,7 miliar dolar AS atau sekitar 7% pada tahun fiskal terakhir, mencerminkan tantangan yang sedang dihadapi divisi game Microsoft. Meski demikian, CEO Xbox, Asha Sharma, tetap optimis dan memprediksi bisnis Xbox akan kembali mengalami pertumbuhan pada akhir tahun fiskal 2027, yang berakhir pada 30 Juni 2027.
Penurunan Pendapatan dan Tantangan Xbox
<pMenurut laporan keuangan Microsoft, pendapatan dari konten dan layanan Xbox turun sebesar 10% dibandingkan tahun sebelumnya pada kuartal keempat, sementara biaya operasional meningkat 8% akibat investasi di riset dan pengembangan serta biaya penurunan nilai aset. Pendapatan hardware Xbox juga menurun drastis sebesar 29% karena volume penjualan konsol yang lebih rendah.
Secara keseluruhan, penurunan pendapatan ini terutama disebabkan oleh menurunnya penjualan game dan konsol. Kondisi ini diperparah dengan adanya pemutusan hubungan kerja besar-besaran selama dua tahun terakhir yang berdampak pada banyak studio game, serta perubahan strategi yang belum jelas bagi pengamat luar.
Prediksi Pertumbuhan oleh CEO Xbox
Asha Sharma menyatakan bahwa meskipun lebih dari 200 juta pemain baru bergabung dengan Xbox dan game-game terkait pada tahun fiskal 2026, bisnis Xbox belum tumbuh seiring dengan bertambahnya audiens tersebut. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen untuk menutup kesenjangan tersebut dengan berinvestasi pada hal-hal yang benar-benar dihargai oleh para pemain. Sharma yakin upaya ini akan membuahkan hasil dan bisnis Xbox akan kembali tumbuh pada akhir tahun fiskal 2027.
Dukungan dari Microsoft dan Langkah Strategis
CEO Microsoft, Satya Nadella, juga mengungkapkan keyakinannya bahwa perbaikan akan terjadi pada 2027. Ia menyebutkan bahwa perusahaan tengah mengambil keputusan penting terkait portofolio konten, platform, dan operasi untuk mereset bisnis Xbox demi pertumbuhan jangka panjang. Dengan kekayaan intelektual terbaik dan studio-studio berbakat di seluruh dunia, Microsoft optimis dapat menggabungkan kekuatan tersebut untuk mengembalikan pertumbuhan bisnis Xbox.
Kondisi Microsoft Secara Keseluruhan
Meski Xbox mengalami penurunan, Microsoft secara keseluruhan menunjukkan kinerja yang kuat dengan pendapatan hampir 332 miliar dolar AS pada tahun fiskal 2026, meningkat sebesar 18% dibandingkan tahun sebelumnya, serta pendapatan operasional lebih dari 155 miliar dolar AS.
Kesimpulan
Meski tantangan besar sedang dihadapi, baik dari sisi penjualan maupun restrukturisasi internal, Xbox di bawah kepemimpinan Asha Sharma dan dukungan Microsoft optimis akan kembali mengalami pertumbuhan pada tahun fiskal 2027. Para pengamat industri dan konsumen akan menantikan langkah-langkah strategis yang akan diambil untuk mengatasi situasi ini dan mengembalikan posisi Xbox sebagai pemain utama di industri game.















Tinggalkan Balasan