Media Kampung – SKK Migas meluncurkan layanan baru berupa booth Centralized Integrated Vendor Database (CIVD) dan platform IOG e-Commerce di ajang IPA Convex 2026 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang. Langkah ini merupakan bagian dari upaya percepatan transformasi digital di sektor hulu migas, dengan tujuan memudahkan proses registrasi hingga verifikasi bagi penyedia barang dan jasa (PBJ) di industri migas.

Analis Senior Strategi Rantai Suplai SKK Migas, Rossa Fadilla, menerangkan bahwa kehadiran booth layanan tersebut memberikan kemudahan konsultasi secara langsung sekaligus live verification. Hal ini mempercepat penerbitan Sertifikat Pengganti Dokumen Administrasi (SPDA) yang dibutuhkan dalam proses pengadaan di Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

CIVD sendiri merupakan sistem database terpusat yang digunakan oleh seluruh KKKS untuk melakukan registrasi, verifikasi dokumen, pembaruan data perusahaan, dan proses prakualifikasi tender secara digital. Dengan sistem terintegrasi ini, vendor tidak perlu mengulangi pengajuan dokumen legalitas setiap kali mengikuti tender di lingkungan hulu migas, sehingga mengurangi beban administrasi dan mempercepat proses pengadaan.

Selama tiga hari pelaksanaan IPA Convex 2026, SKK Migas memperkirakan sekitar 300 penyedia barang dan jasa akan memanfaatkan layanan di booth tersebut. Rossa menambahkan bahwa tingkat kesulitan setiap proses verifikasi berbeda-beda tergantung kelengkapan dokumen yang diunggah oleh perusahaan.

Untuk melengkapi ekosistem digital ini, SKK Migas juga menghadirkan IOG e-Commerce, sebuah marketplace digital khusus sektor hulu migas yang memungkinkan KKKS melakukan pembelian kebutuhan operasional secara daring melalui katalog digital. Produk yang tersedia mulai dari peralatan operasi, perlengkapan keselamatan kerja, hingga jasa pendukung operasional. Fitur seperti order tracking dan integrasi data vendor dengan CIVD turut disediakan untuk memudahkan transaksi.

Rossa menjelaskan, setelah memperoleh SPDA, penyedia barang dan jasa dapat langsung menggunakan aplikasi IOG e-Commerce untuk pembelian barang hingga nilai Rp1,5 miliar tanpa harus mengulang proses administrasi. Hal ini membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus menekan biaya operasional dan mempercepat pengiriman barang di industri hulu migas.

Koordinator Kelompok Kerja K3LL, Hascaryo Rat Kusomo, menegaskan pentingnya penerapan sistem keselamatan yang memadai bagi seluruh mitra kerja KKKS. Ia menyebutkan bahwa para mitra kerja yang terlibat dalam pekerjaan berisiko menengah dan tinggi wajib memiliki sertifikat e-CHSMS sebagai salah satu syarat utama untuk memastikan keselamatan kerja yang optimal.

Melalui layanan onsite service di IPA Convex 2026, SKK Migas memberikan konsultasi dan pendampingan kepada perusahaan terkait persyaratan dan dokumen yang perlu dipenuhi sebelum mengajukan permohonan ke KKKS. Antusiasme peserta sangat tinggi dengan tercatat sekitar 50 perusahaan berkonsultasi pada hari pertama, dan meningkat menjadi sekitar 70 perusahaan pada hari kedua.

Hascaryo menambahkan bahwa konsultasi tersebut meliputi advokasi dan penjelasan mengenai dokumen apa saja yang harus diserahkan dan langkah-langkah yang perlu dilakukan sesuai standar KKKS. Upaya ini diharapkan dapat memperlancar proses pengadaan dan menjamin pelaksanaan kegiatan hulu migas berjalan lebih efisien dan aman.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.