Media Kampung – Perum Bulog mengumumkan perpanjangan program bantuan pangan berupa beras selama dua bulan ke depan sebagai antisipasi dampak fenomena El Nino. Kebijakan ini telah mendapatkan persetujuan dari Komisi IV DPR RI dalam rapat dengar pendapat, dengan tujuan utama memperkuat ketahanan pangan masyarakat yang rentan terdampak perubahan cuaca ekstrem.
Direktur Utama Perum Bulog, Rizal Ramli, menegaskan bahwa perpanjangan bantuan beras sangat penting mengingat potensi gangguan produksi pangan akibat kemarau panjang yang dipicu oleh El Nino. “Itu sangat bijaksana. Diperlukan pangan di masa-masa El Nino ke depan,” ujarnya usai mengikuti kegiatan olahraga bersama media di Jakarta pada Jumat, 22 Mei 2026.
Bantuan pangan yang disalurkan hanya berupa beras dengan kuota 10 kilogram per bulan untuk setiap penerima. Dengan tambahan dua bulan, maka total bantuan yang diterima mencapai 20 kilogram beras. Rizal menjelaskan bahwa usulan awal dari Bulog adalah distribusi bantuan selama empat bulan, yakni Agustus hingga November 2026, namun hingga saat ini penugasan resmi hanya diterima untuk dua bulan pertama.
Program ini menyasar sekitar 33 juta keluarga penerima manfaat, dengan kebutuhan beras yang diperkirakan mencapai 1,3 juta ton untuk empat bulan. Penambahan dua bulan tersebut mengerek proyeksi total distribusi bantuan beras sepanjang 2026 menjadi 1,9 juta ton. Namun, Bulog masih menunggu konfirmasi resmi terkait penyaluran sisa dua bulan berikutnya.
Rizal juga menyoroti peran bantuan pangan dalam menstabilkan harga bahan pokok di pasar, terutama menjelang akhir tahun saat harga cenderung mengalami kenaikan. Faktor global dan dampak dari fenomena El Nino menjadi perhatian utama karena berpotensi menekan pasokan dan meningkatkan tekanan inflasi pada masyarakat berpenghasilan rendah.
Pemberian bantuan beras ini tidak disertai tambahan jenis pangan lain seperti minyak goreng, sesuai hasil kesepakatan dalam rapat bersama Komisi IV DPR RI. Langkah ini dilakukan untuk memastikan fokus penanganan terhadap kebutuhan pokok yang paling mendesak dalam situasi ketahanan pangan yang rentan.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah melalui Bulog dalam menjaga stabilitas pangan nasional sekaligus memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat yang paling terdampak kondisi ekonomi dan perubahan iklim. Meski demikian, Bulog terus memantau perkembangan situasi agar penyaluran bantuan dapat berlangsung tepat sasaran dan efektif.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan