Media Kampung – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan permintaan maaf kepada para investor global dan pengelola aset di Singapura terkait dampak dari gejolak ekonomi yang terjadi di Indonesia. Pernyataan ini diungkapkan Luhut melalui akun Instagram resminya @luhut.pandjaitan pada Kamis, 21 Mei 2026.

Permintaan maaf tersebut disampaikan dalam konteks upaya pemerintah Indonesia untuk menjaga kepercayaan investor di tengah dinamika ekonomi domestik yang cukup menantang. Luhut menegaskan bahwa pemerintah terus berkomitmen melakukan berbagai langkah strategis guna menstabilkan kondisi ekonomi nasional dan memitigasi efek ketidakpastian yang dirasakan oleh para pelaku pasar.

Dalam kesempatan yang sama, Luhut juga memaparkan mengenai adopsi teknologi yang dilakukan pemerintah Indonesia sebagai bagian dari transformasi digital yang dihadirkan dalam ajang Asia Tech x Singapore 2026, yang berlangsung pada Rabu, 20 Mei 2026 di Singapura. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat daya saing ekonomi nasional melalui inovasi teknologi.

Keikutsertaan Indonesia dalam forum internasional tersebut menjadi momentum penting untuk memperlihatkan kemajuan teknologi dan kebijakan yang mendukung iklim investasi yang kondusif. Luhut berharap dengan penjelasan langsung dan keterbukaan informasi, kepercayaan para investor dapat kembali pulih dan berkontribusi pada pemulihan ekonomi nasional.

Permintaan maaf Luhut ini juga menjadi bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan domestik yang berpotensi mempengaruhi sentimen investor. Pemerintah berupaya menjaga stabilitas makroekonomi serta memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang Indonesia.

Kondisi terakhir menunjukkan bahwa pemerintah terus melakukan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta dan lembaga keuangan internasional, guna mencari solusi yang tepat dan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu mendorong iklim investasi yang lebih sehat dan stabil di masa mendatang.

Dengan adanya komunikasi yang terbuka dan permintaan maaf tersebut, pemerintah berharap dapat memperbaiki hubungan dengan komunitas investasi internasional, khususnya yang berada di Singapura sebagai salah satu pusat keuangan utama di Asia. Hal ini penting agar Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.