Media Kampung – Pemerintah Israel mengumumkan pada hari Kamis bahwa mereka telah membebaskan dan mendeportasi ratusan aktivis flotilla yang berusaha melanggar blokade laut Gaza. Keputusan ini diambil setelah adanya tekanan internasional terkait perlakuan terhadap para aktivis tersebut.

Sekitar 420 aktivis, termasuk 11 warga Australia, diterbangkan ke Turki dan tiba di Istanbul pada sore hari. Mereka mengenakan pakaian abu-abu dan sorban Arab, serta menunjukkan tanda kemenangan dengan dua jari sambil meneriakkan “Bebaskan Palestina.” Beberapa dari mereka terlihat mengalami cedera.

Pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Israel menyebutkan bahwa semua aktivis asing dari flotilla telah dideportasi. Salah satu peserta yang memegang kewarganegaraan Israel, Zohar Regev, dibebaskan setelah sidang pengadilan terkait tuduhan masuk ilegal dan tinggal tanpa izin di Israel.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa ia telah menginstruksikan agar aktivis tersebut dideportasi secepatnya. Ia mengkritik Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, atas perilakunya yang dinilai provokatif terhadap para aktivis yang ditahan. Netanyahu menekankan bahwa meskipun Israel berhak menghentikan flotilla yang diduga mendukung terorisme, cara Ben-Gvir memperlakukan aktivis tidak mencerminkan nilai-nilai Israel.

Ben-Gvir sebelumnya mengunggah video yang menunjukkan aktivis yang ditahan dalam keadaan terikat dan dipaksa berlutut, yang menuai kritik dari banyak negara termasuk Inggris, Prancis, dan Portugal. Mereka memanggil duta besar Israel untuk menyampaikan keprihatinan mereka terhadap perlakuan yang dialami para aktivis.

Beberapa peserta flotilla dari Italia mengklaim bahwa mereka dipukuli dan diperlakukan dengan buruk selama ditahan. Salah satu peserta, Dario Carotenuto, seorang anggota parlemen Italia, menggambarkan pengalaman menegangkan ketika pasukan Israel mengarahkan senjata ke arah aktivis di dalam fasilitas penahanan.

Dalam perkembangan terbaru, semua aktivis yang ditahan telah kembali ke negara masing-masing setelah menjalani pemeriksaan medis di Turki. Mereka dijadwalkan bertemu dengan pengacara sebelum pulang ke Australia dan negara asal lainnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.