Media KampungBungie mengumumkan bahwa pengembangan konten layanan live untuk Destiny 2 akan berakhir pada 9 Juni 2026 setelah hampir sembilan tahun dan lebih dari 10 ekspansi. Meski kabar ini bukan hal yang mengejutkan, pengumuman tersebut menandai akhir dari sebuah era bagi game yang pernah menjadi favorit banyak penggemar. Destiny 2 kini berubah dari sebuah permainan yang dicintai menjadi cermin dari sejumlah masalah internal studio yang mengelola game tersebut.

Destiny 2 awalnya dikenal sebagai puncak karya Bungie dalam genre tembak-menembak dengan elemen sandbox yang kaya, menggabungkan sensasi menembak yang memuaskan dengan elemen fantasi sci-fi yang menarik dan musuh yang menantang. Seperti yang diungkapkan oleh seorang jurnalis PC Gamer, meskipun reputasi Destiny 2 seringkali buruk, pengalaman bermainnya tetap menawarkan sensasi PvE yang luar biasa dan imersif. Namun, seiring waktu, daya tarik itu mulai memudar bagi sebagian pemain, termasuk penulis artikel tersebut yang telah menghabiskan hampir seribu jam bermain.

Perjalanan Destiny 2 mulai berubah sejak 2022 ketika Bungie memperkenalkan mekanisme baru yang membuat permainan terasa lebih kompetitif dan menantang, terutama dalam konten musiman. Perubahan ini termasuk pengenalan tantangan yang menuntut dan batasan level kekuatan, yang membuat pengalaman bermain menjadi semakin kaku dan terfokus pada gameplay yang lebih intens. Pergeseran ini memicu kritik karena membatasi kebebasan pemain untuk menjelajah dan menikmati dunia permainan secara santai.

Meski demikian, beberapa ekspansi seperti Final Shape sempat menjadi penutup yang cukup memuaskan dalam narasi panjang Destiny 2. Namun, perubahan berkelanjutan dalam sistem permainan, termasuk dorongan untuk pembelian mikrotransaksi dan kompleksitas ekonomi item, membuat pengalaman bermain menjadi kurang menyenangkan. Upaya Bungie untuk mengubah permainan melalui pembaruan besar-besaran seperti Portal rework justru mendapat penolakan luas dari komunitas, dan tambahan paket kosmetik bertema Ghostbusters tidak mampu memulihkan antusiasme para pemain.

Selain itu, identitas Destiny 2 juga mulai kehilangan warna aslinya karena berbagai perubahan tematik, termasuk pengenalan elemen Star Wars yang terasa asing bagi sebagian penggemar lama. Banyak dunia dan elemen yang sebelumnya dihargai kini telah dihapus atau diganti, meninggalkan kesan bahwa game ini telah beralih ke arah yang berbeda dari awal penciptaannya.

Pengumuman Bungie tentang berakhirnya layanan live Destiny 2 membawa kesedihan tersendiri bagi komunitas pemain yang pernah mencintai permainan ini. Meskipun beberapa pemain sudah berhenti mengikuti perkembangan terbaru, bagi mereka yang pernah menikmati petualangan dan cerita Destiny 2, kabar ini menjadi pengingat bahwa sebuah babak penting dalam dunia game online akan segera ditutup secara permanen.

Dengan tanggal akhir layanan live yang telah ditetapkan, Bungie tampaknya siap untuk memulai babak baru di luar Destiny 2, sementara para pemain harus bersiap mengucapkan selamat tinggal pada pengalaman yang telah bertahan selama hampir satu dekade.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.