Media Kampung – Jet tempur Chengdu J-10CE dari China berhasil meraih kemenangan telak dalam serangkaian latihan tempur simulasi dengan mengalahkan Eurofighter Typhoon sebanyak sembilan kali tanpa kekalahan. Keberhasilan ini dikonfirmasi oleh stasiun penyiaran resmi China, CCTV, yang melaporkan hasil latihan tersebut meskipun tidak mengungkapkan secara rinci lokasi dan peserta latihan.
Latihan tempur simulasi yang berlangsung pada tahun 2024 ini memperlihatkan kemampuan J-10CE dalam mengungguli Eurofighter, salah satu pesawat tempur multi-peran yang digunakan oleh beberapa negara Eropa dan sekutunya. Meskipun CCTV tidak menyebutkan negara yang terlibat dalam latihan tersebut, laporan media di kawasan Teluk mengindikasikan bahwa latihan tersebut kemungkinan besar terjadi dalam rangkaian latihan militer di Qatar yang juga melibatkan Pakistan.
Pesawat J-10 dikembangkan oleh Chengdu Aircraft Corporation sejak era 1980-an sebagai jet tempur generasi ketiga dengan satu mesin dan kemampuan multi-peran. Versi terbaru, J-10CE, menunjukkan peningkatan signifikan dalam performa yang membuatnya mampu mengatasi Eurofighter Typhoon dalam semua pertempuran simulasi. Keberhasilan ini menegaskan posisi J-10CE sebagai salah satu pesawat tempur utama dalam angkatan udara China.
Selain pencapaian J-10CE, China juga terus memperkuat kemampuan udara jarak jauhnya dengan mengembangkan pesawat tempur generasi kelima J-20A yang kini telah memasuki tahap produksi massal dengan integrasi mesin turbofan generasi baru WS-15. Mesin WS-15 memberikan peningkatan daya dorong dan efisiensi yang signifikan, memperluas jangkauan dan performa J-20A secara keseluruhan.
Rekaman terbaru menunjukkan J-20A dengan mesin WS-15 telah selesai diproduksi secara serial dan pesawat produksi pertama dengan mesin ini berhasil melakukan penerbangan perdana pada akhir Desember 2025. Mesin baru ini merupakan desain orisinal yang menandai kemajuan penting dalam industri penerbangan tempur China, memberikan tenaga lebih besar sekaligus mengurangi kebutuhan perawatan pesawat.
Dengan produksi J-20A yang diperluas dan integrasi mesin WS-15, Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China diperkirakan akan memiliki sekitar 1.000 unit J-20 pada tahun 2030, memperkuat dominasi mereka dalam kemampuan tempur udara. Produksi diperkirakan mencapai sekitar 120 unit per tahun, angka yang jauh melampaui pesawat tempur lain di dunia.
Keberhasilan J-10CE dalam latihan tempur simulasi dan perkembangan pesat J-20A dengan mesin WS-15 menunjukkan ambisi China dalam memperkuat kekuatan militernya melalui teknologi pesawat tempur canggih. Langkah ini diperkirakan akan terus berlanjut seiring peningkatan produksi dan pengembangan teknologi jet tempur dalam beberapa tahun mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan