Media Kampung – Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengeluarkan peringatan serius terkait serangan drone yang menimpa Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Barakah di Uni Emirat Arab (UEA). Kepala IAEA, Rafael Grossi, menilai serangan tersebut berpotensi menimbulkan bencana radioaktif besar yang dapat berdampak luas hingga ratusan kilometer dari lokasi kejadian.
Dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB pada 19 Mei 2026, Grossi menjelaskan bahwa PLTN Barakah, yang terletak sekitar 300 kilometer dari Abu Dhabi, menyimpan ribuan kilogram bahan nuklir aktif dan bekas. Serangan terhadap fasilitas ini bisa menyebabkan pelepasan radioaktivitas dalam jumlah besar, serta kerusakan pada sistem kelistrikan eksternal yang dapat mengancam inti reaktor.
Grossi menambahkan bahwa konsekuensi serangan tersebut tidak hanya bersifat teknis tetapi juga sosial, karena dapat memaksa penerapan langkah-langkah darurat seperti evakuasi warga, perlindungan di lokasi aman, dan distribusi yodium stabil. Dia menegaskan bahwa dampak dari insiden semacam itu dapat menjangkau area yang sangat luas dan mengancam keselamatan masyarakat di sekitarnya.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin meningkat sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran pada Februari lalu. Balasan dari Iran meliputi serangan ke Israel dan sekutu AS di Teluk, termasuk UEA. Pada awal April, gencatan senjata berhasil diterapkan melalui mediasi Pakistan, namun belum menghasilkan perdamaian permanen. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump memperpanjang masa gencatan senjata tanpa batas waktu.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan UEA mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara berhasil mencegat enam drone dalam dua hari terakhir, tiga di antaranya mendekati PLTN Barakah. Dua drone berhasil dinetralisir, sedangkan satu drone menabrak generator listrik di luar perimeter fasilitas. Pelacakan menunjukkan bahwa drone-drone tersebut berasal dari wilayah Irak.
Situasi ini memicu kekhawatiran besar akan potensi bencana nuklir di kawasan yang sudah sarat konflik. Pihak berwenang UEA menegaskan tidak ada kebocoran radioaktif yang terdeteksi setelah insiden tersebut, namun kewaspadaan tetap tinggi seiring ketegangan yang masih berlangsung.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan