Media Kampung – Sibi George, diplomat senior India, menjadi sorotan publik setelah menghadapi pertanyaan tajam dari jurnalis Norwegia selama kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi ke Eropa. Dalam konfrontasi tersebut, George dengan tegas membela kredibilitas dan demokrasi India di hadapan pertanyaan kritis seputar hak asasi manusia dan kebebasan pers.
Peristiwa ini terjadi saat konferensi pers di Oslo, Norway, ketika seorang jurnalis bernama Helle Lyng Svendsen mempertanyakan alasan dunia harus mempercayai India, serta mengkritik sikap Perdana Menteri Modi yang dianggap tidak mau menjawab pertanyaan langsung dari media asing. Menanggapi hal itu, Sibi George yang saat ini menjabat sebagai Secretary (West) di Kementerian Luar Negeri India, memberikan penjelasan komprehensif terkait posisi India di panggung internasional dan sistem demokrasi yang dijalankan negara tersebut.
George menekankan bahwa India merupakan negara dengan populasi sekitar satu per enam penduduk dunia namun tidak sebanding dengan masalah dunia. Ia menyoroti peran India dalam mengorganisir berbagai forum internasional penting seperti KTT G20, Voice of the Global South, serta KTT Dampak AI yang menunjukkan peran aktif India di dunia. “Bagaimana Anda menguji kepercayaan terhadap sebuah negara?” ucap George, kemudian menjelaskan bahwa Konstitusi India menjamin hak-hak fundamental seperti kebebasan berpendapat, beragama, dan persamaan di depan hukum.
Diplomat kelahiran Kottayam, Kerala ini juga menyinggung sejarah panjang demokrasi di India, termasuk hak suara perempuan yang telah diberikan sejak kemerdekaan pada tahun 1947, berbeda dengan beberapa negara lain yang baru memberikan hak tersebut beberapa dekade kemudian. “Kami bangga menjadi negara demokrasi yang telah menjalankan sistem ini selama berabad-abad,” ujarnya tegas.
Karier diplomatik Sibi George yang dimulai sejak tahun 1993 di Kairo, Mesir, telah meliputi berbagai posisi penting, termasuk sebagai Duta Besar India untuk Jepang, Swiss, Kuwait, serta penugasan di Timur Tengah dan Washington D.C. Keahliannya dalam bahasa Arab dan latar belakang pendidikan politik dari St. Thomas College, Pala, serta diploma dari The American University in Cairo, memperkuat kredibilitasnya dalam menangani isu-isu kompleks di arena internasional.
Selain itu, pada peristiwa yang sama, jurnalis Helle Lyng Svendsen mengklaim bahwa akun media sosialnya di Instagram dan Facebook disuspend oleh Meta beberapa hari setelah pertanyaannya terhadap PM Modi viral. Ia menganggap hal itu sebagai konsekuensi kecil demi menjaga kebebasan pers, meski menyatakan kesulitannya untuk berinteraksi dengan publik India setelah suspensi tersebut.
Kontroversi ini memicu reaksi dari Kementerian Luar Negeri India yang membela sikap diplomatnya dan menegaskan komitmen India terhadap demokrasi dan kebebasan pers. Sibi George menyatakan, “Ini adalah konferensi pers saya,” sebagai bentuk teguran terhadap pertanyaan yang dianggap tidak relevan dan berulang dari pihak media asing.
Peristiwa ini menunjukkan ketegasan diplomat India dalam mempertahankan nama baik negara di mata dunia, sekaligus menegaskan posisi India sebagai negara demokrasi besar dengan peran aktif dalam kancah global. Hingga kini, Sibi George terus menjalankan tugasnya sebagai Secretary (West) di Kementerian Luar Negeri, mengawasi hubungan India dengan Uni Eropa dan negara-negara Nordik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan