Media KampungGempa bumi Jepang dengan magnitudo 7,7 mengguncang perairan lepas pantai timur pada Senin, 20 April 2026, memicu peringatan tsunami serta evakuasi massal di wilayah Tōhoku. Peringatan resmi dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Jepang (JMA) segera setelah gempa terdeteksi.

Gempa terjadi sekitar pukul 16.52 waktu setempat (08:52 GMT) dengan pusat gempa berjarak 20 km di bawah laut, 100 km sebelah timur laut pantai Sanriku. Kedalaman dangkal meningkatkan potensi gelombang laut tinggi.

JMA memperkirakan gelombang tsunami dapat mencapai tiga meter di prefektur Iwate dan sebagian Hokkaido, sehingga zona bahaya ditetapkan sepanjang pantai utara. Peringatan tsunami tingkat dua dikeluarkan untuk lima prefektur.

Lebih dari 156.000 orang telah dievakuasi dari 182 kota pesisir, termasuk kota Hachinohe, Tomakomai, dan Kuji. Warga diarahkan menuju tempat penampungan yang telah disiapkan di daerah tinggi.

Perdana Menteri Sanae Takaichi menegaskan, “Kami meminta warga memastikan jalur evakuasi dan menyiapkan tas darurat agar dapat berpindah dengan cepat.” Ia menambah pemerintah siap memberikan bantuan logistik dan medis.

Badan Meteorologi menyatakan probabilitas gempa susulan berukuran 8,0 atau lebih meningkat menjadi 1%, sepuluh kali lipat dibandingkan kondisi normal. Ahli seismologi memperingatkan gelombang sekunder dapat lebih besar dari gelombang pertama.

Satu orang terluka di Aomori akibat jatuh saat berlari ke tempat aman, namun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan hingga saat ini. Tim SAR terus memantau daerah rawan longsor.

Transportasi publik terkena dampak; layanan kereta peluru Shinkansen dihentikan sementara dan beberapa jalan raya ditutup akibat retakan. Lebih dari 100 rumah kehilangan listrik, namun pasokan air tetap stabil.

International Atomic Energy Agency (IAEA) mengonfirmasi tidak ada anomali pada pembangkit nuklir Fukushima Daiichi, Fukushima Daini, serta fasilitas di Aomori dan Miyagi. Pemeriksaan rutin terus dilakukan.

Insiden ini mengingatkan pada tragedi Tōhoku 2011, ketika gempa magnitude 9,0 menewaskan lebih dari 18.000 orang dan menimbulkan meltdwon di Fukushima. Pemerintah kini lebih sigap dalam prosedur evakuasi.

JMA menurunkan peringatan tsunami menjadi advisori, menyatakan gelombang maksimum hanya mencapai satu meter di sebagian wilayah. Meskipun demikian, warga tetap diminta menjauh dari pantai sampai peringatan dicabut.

Sirine darurat berbunyi di seluruh daerah pesisir, memaksa penduduk beralih ke taman dan gedung publik yang lebih tinggi. Banyak warga melaporkan mendengar gemuruh rendah setelah gempa utama.

Hingga kini, tidak ada laporan kerusakan besar pada infrastruktur kritis, dan evakuasi mulai dilonggarkan secara bertahap. Pihak berwenang terus memantau aktivitas seismik untuk memastikan keamanan publik.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.