Media Kampung – Gemombang tsunami 80 cm menyapu pesisir timur Honshu pada Selasa setelah gempa berkekuatan M 7,7 mengguncang wilayah laut lepas pantai Iwate, Jepang utara.

Gempa terjadi pada pukul 16.52 waktu setempat di kedalaman sekitar 19 kilometer, menimbulkan getaran kuat yang terasa hingga ratusan kilometer ke selatan, termasuk ibu kota Tokyo.

Bangunan tinggi di Tokyo mengalami goyangan signifikan, sementara beberapa jaringan transportasi sementara terganggu akibat alarm keamanan.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan peringatan tsunami dengan potensi ketinggian hingga tiga meter, namun peringatan tersebut dicabut beberapa jam kemudian setelah gelombang maksimum hanya tercatat 80 sentimeter di pelabuhan Kuji.

Di Kuji, Iwate, gelombang setinggi 80 cm menghantam pelabuhan, sementara daerah lain seperti Miyako dan Hachinohe mencatat gelombang antara 20 hingga 40 sentimeter.

Enam orang dilaporkan luka, dua di antaranya dalam kondisi serius; tidak ada laporan kebakaran atau kerusakan infrastruktur penting.

Fire and Disaster Management Agency (FDMA) menyatakan bahwa tidak ada kerusakan signifikan pada fasilitas vital, meskipun beberapa gedung mengalami retakan ringan.

Pemerintah daerah setempat mengeluarkan imbauan evakuasi tidak wajib bagi lebih dari 182.000 penduduk, menekankan pentingnya kewaspadaan meski peringatan tsunami telah dicabut.

Jepang terletak di atas empat lempeng tektonik utama di Cincin Api Pasifik, menjadikannya salah satu negara dengan aktivitas seismik tertinggi di dunia.

JMA menambahkan bahwa probabilitas terjadinya gempa dengan magnitudo 8,0 atau lebih tinggi meningkat dibandingkan dengan periode normal, sehingga monitoring intensif terus dilakukan.

Sofya Suidasari, warga negara Indonesia yang bekerja di kantor Minato, Tokyo, melaporkan bahwa goncangan terasa selama hampir dua menit, dengan lampu gantung berayun hingga 35 derajat.

Transportasi kereta Shinkansen sementara dihentikan, namun layanan sebagian besar jaringan kereta telah pulih pada sore hari, dan tim penyelamat tetap berjaga di wilayah pesisir.

Otoritas menegaskan bahwa meskipun dampak saat ini terbatas, mereka akan terus memantau aktivitas seismik dan siap mengaktifkan peringatan lebih lanjut bila diperlukan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.