Media Kampung – Kementerian Pertahanan Inggris mengumumkan bahwa tingkat kesiapan operasional pesawat tempur siluman F-35 akan mengalami penurunan dalam waktu dekat karena adanya penumpukan pekerjaan perawatan akibat korosi. Masalah ini menjadi perhatian serius karena berpotensi menghambat ketersediaan armada jet tempur tersebut di Inggris maupun negara pengguna lain.
Dalam surat resmi yang dikirimkan oleh Sekretaris Permanen Kementerian Pertahanan Inggris, Jeremy Pocklington, kepada Komite Akun Publik pada akhir April 2026, dijelaskan bahwa korosi semakin parah akibat paparan lingkungan maritim. Kondisi tersebut menuntut penanganan berkelanjutan selama masa program F-35 berlangsung. Pocklington menyebutkan bahwa peningkatan aktivitas perawatan akan menyebabkan penurunan kesiapan operasional dalam jangka pendek untuk mengatasi backlog pekerjaan yang terus bertambah.
Persoalan korosi ini bukan hanya dialami oleh Inggris, melainkan juga oleh seluruh negara pengguna F-35. Kementerian Pertahanan Inggris tengah berupaya menangani masalah tersebut dengan meningkatkan kesadaran akan bahaya korosi di skuadron garis depan. Langkah lain yang ditempuh adalah melakukan inspeksi mendalam bersama mitra industri dari Inggris dan Amerika Serikat, serta mengembangkan solusi yang lebih tahan terhadap korosi dalam keseluruhan program F-35.
Selain itu, kementerian mendorong Kantor Program Gabungan F-35 dan industri terkait untuk menciptakan respons cepat dan terkoordinasi dalam menangani kasus korosi. Hal ini menjadi penting mengingat laporan Komite Akun Publik pada Oktober 2025 menyebut tingkat kesiapan F-35 di bawah target baik nasional maupun global.
Korosi semakin memburuk selama operasi militer berkelanjutan yang melibatkan pengerahan kelompok tempur kapal induk Inggris ke wilayah Timur Tengah. Paparan udara laut asin dan kelembapan tinggi mempercepat kerusakan pada komponen pesawat dan lapisan pelindungnya. Bagi pesawat siluman seperti F-35 yang mengandalkan lapisan penyerap radar, pengelolaan korosi adalah kunci untuk menjaga kemampuan siluman dan efektivitas operasionalnya.
Pengalaman penugasan maritim panjang tersebut kini menjadi bahan evaluasi penting untuk penugasan selanjutnya, termasuk pengerahan ke Siprus pada awal 2026. Korosi tetap menjadi tantangan utama dalam operasi pesawat berbasis kapal induk di lingkungan laut yang keras.
Dengan penanganan yang terus ditingkatkan dan kolaborasi dengan mitra industri, Kementerian Pertahanan Inggris berharap dapat memitigasi dampak korosi sehingga kesiapan operasional F-35 dapat kembali optimal di masa mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan