Media Kampung – Pertahanan Udara UEA aktif menangkis serangan rudal dan drone yang datang dari arah Iran, menyebabkan kebakaran di zona industri Fujairah pada Senin, 5 Mei 2026.
Ini merupakan hari kedua berturut‑turut sistem pertahanan tersebut berhasil memblokir ancaman serupa, menegaskan kesiapan operasionalnya.
Kementerian Pertahanan UEA menyatakan melalui akun X‑nya, “Sistem pertahanan udara UEA aktif mencegat ancaman rudal dan drone. Mereka datang dari arah Iran,” sebagaimana dilaporkan AFP pada Selasa, 5 Mei.
Serangan drone pada Senin lalu menabrak instalasi energi di Fujairah, menimbulkan kebakaran yang memaksa tim pemadam mengerahkan sumber daya besar.
Akibat kebakaran tersebut tiga orang mengalami luka, meski tidak ada laporan korban jiwa.
Fujairah terletak di tepi Selat Hormuz, jalur strategis yang mengalirkan sebagian besar minyak dunia dan menjadi titik panas persaingan antara Amerika Serikat dan Iran.
Kota tersebut juga menjadi pusat ekspor minyak UEA, menghindari pelayaran melalui Selat Hormuz yang rawan konflik.
Uni Emirat Arab merupakan sekutu utama Amerika Serikat di kawasan Teluk, sehingga menjadi sasaran utama Tehran karena kedekatannya.
Selama konflik bersenjata antara AS dan Iran bulan lalu, UEA tercatat menjadi target lebih dari 2.800 rudal dan drone yang diluncurkan dari wilayah Iran.
Data tersebut menegaskan intensitas kampanye serangan Tehran terhadap infrastruktur energi dan transportasi di negara tetangga.
Sistem pertahanan udara UEA, yang mencakup radar canggih dan interceptor berbasis darat, berhasil mendeteksi dan menghancurkan ancaman sebelum mencapai sasaran kritis.
Operator pertahanan melaporkan bahwa proses intersep berlangsung dalam hitungan detik, meminimalkan potensi kerusakan lebih lanjut.
Kebakaran yang terjadi di fasilitas energi Fujairah dipadamkan dalam beberapa jam, namun dampaknya terhadap produksi minyak sempat menurun sementara.
Pemerintah UEA menegaskan bahwa operasi pertahanan akan terus dipertahankan untuk melindungi jaringan energi vital dan keselamatan warga.
Pejabat militer menambahkan bahwa kesiapan logistik dan koordinasi antar unit dipertahankan pada level tertinggi selama periode ketegangan ini.
Observasi satelit menunjukkan bahwa tidak ada jejak misil atau drone yang berhasil menembus pertahanan setelah intersep.
Langkah-langkah tambahan, termasuk peningkatan patroli udara dan penempatan sistem pertahanan tambahan, sedang dipertimbangkan untuk memperkuat zona penyangga.
Hingga saat ini, tidak ada laporan tambahan mengenai serangan lanjutan, dan situasi di wilayah Fujairah tetap stabil meski tetap berada dalam pengawasan ketat.
Keberhasilan intersep ini menegaskan peran krusial pertahanan udara UEA dalam menjaga keamanan jalur energi global yang melintasi Selat Hormuz.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan