Media Kampung – 14 April 2026 | Dispertan Nganjuk membuka pendaftaran Program Magang Petani Muda ke Jepang, sebuah inisiatif nasional Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, yang ditujukan untuk meningkatkan kompetensi pemuda pertanian di Kabupaten Nganjuk.

“Program magang ke Jepang ini adalah peluang nyata untuk belajar langsung dari negara yang teknologi pertaniannya sudah sangat maju,” kata Ida Sobihatin, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Nganjuk pada Selasa, 14 Juni 2026.

Program ini dirancang untuk menanamkan pengetahuan tentang teknik budidaya modern, sistem irigasi presisi, dan penggunaan sensor digital yang telah teruji di Jepang, sehingga peserta dapat mengadaptasinya di lahan pertanian daerah masing‑masing setelah kembali.

Penerima manfaat dibatasi pada pemuda laki‑laki yang tergabung dalam kelompok tani, telah menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SLTA), serta menunjukkan motivasi kuat untuk mengembangkan sektor pertanian lokal.

Persyaratan administratif meliputi fotokopi KTP, ijazah SLTA, surat izin orang tua, Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), surat keterangan sehat, serta rekomendasi tertulis dari ketua kelompok tani dan Dinas Pertanian.

Biaya pra‑keberangkatan seperti pembuatan paspor, pemeriksaan medis, dan tiket pesawat menjadi tanggung jawab peserta, sementara biaya pelatihan, akomodasi, dan uang saku selama di Jepang sepenuhnya disponsori oleh pemerintah dan BBPP Ketindan.

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal resmi yang dapat diakses dengan mengetikkan alamat http://s.id/ketindanmajep2027 pada peramban, dan setiap calon harus mengunggah berkas persyaratan dalam format PDF sebelum batas akhir tanggal 31 Juli 2026.

Tim seleksi akan menilai kelengkapan dokumen, prestasi akademik, serta rekomendasi dari kelompok tani; kandidat yang lolos akan mengikuti tes wawancara virtual untuk mengukur kesiapan teknis dan motivasi kerja di bidang agrikultur.

Kuota peserta dibatasi sebanyak dua puluh lima orang, sehingga persaingan relatif ketat dan calon harus mempersiapkan dokumen dengan cermat serta menampilkan komitmen tinggi terhadap pengembangan pertanian berkelanjutan.

Selama enam bulan di Jepang, peserta akan ditempatkan di perusahaan agrikultur terkemuka, mengikuti pelatihan laboratorium, kunjungan lapangan, dan workshop inovasi pertanian, serta menerima sertifikat internasional yang dapat meningkatkan prospek karier mereka di Indonesia.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat menghasilkan transfer teknologi yang konkret, seperti adopsi varietas padi tahan hama, sistem hidroponik bersirkulasi, dan aplikasi data agronomi berbasis cloud, yang selanjutnya dapat mempercepat modernisasi pertanian di Kabupaten Nganjuk.

Untuk informasi lebih lanjut, pemuda dapat menghubungi Dinas Pertanian Nganjuk melalui nomor 0812‑3397‑8057 atau 0813‑3325‑3367, dan dinas akan menyediakan panduan lengkap serta sesi konsultasi sebelum proses pendaftaran dimulai.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.