Media Kampung – Amerika Serikat dan Republik Iran terus melakukan pembicaraan yang dimediasi dalam upaya mengakhiri konflik yang telah memasuki hari ke-84. Kedua negara saling bertukar draf proposal yang bertujuan membentuk kerangka kesepakatan formal guna meredakan ketegangan yang sedang berlangsung.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, memberikan sinyal positif dengan menyebut adanya beberapa tanda kemajuan dalam negosiasi. Namun, ia juga mengingatkan bahwa belum bisa dipastikan apakah kesepakatan akan tercapai dalam beberapa hari mendatang. Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa Washington lebih memilih solusi diplomatik, namun tetap menyiapkan opsi lain jika pembicaraan gagal.
Trump memperingatkan kemungkinan tindakan drastis jika Iran menolak menyerahkan persediaan uranium yang telah diperkaya untuk dimusnahkan, sebagai bagian dari kesepakatan. Ancaman ini menunjukkan betapa sensitifnya isu nuklir dalam pembicaraan tersebut.
Di sisi lain, Iran menuduh AS dan Israel melakukan kejahatan perang dengan membombardir Institut Pasteur Iran di awal konflik, yang menurut jurnal The Lancet sangat merusak sistem kesehatan masyarakat negara itu. Bulan Sabit Merah Iran mengungkapkan bahwa lebih dari 7.200 orang berhasil diselamatkan dari reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan tersebut, disertai dengan rekaman penyelamatan para korban yang baru dipublikasikan.
Doug Bandow, peneliti senior di Cato Institute, menilai bahwa kedua pihak perlu melampaui garis merah terkait program nuklir Iran untuk mencapai kemajuan dalam negosiasi. Ia menekankan pentingnya kompromi dan kelanjutan pembicaraan serius agar perang tidak meluas.
Meski negosiasi berlangsung intens, beberapa sumber dari pihak Iran menyatakan bahwa masih terlalu dini untuk memastikan apakah kesepakatan akhir dapat segera dicapai. Para negosiator saat ini tengah menyusun draf teks yang diharapkan menjadi dasar kesepakatan tersebut.
Upaya mediasi yang dilakukan oleh pejabat Pakistan di Teheran semakin gencar dengan harapan dapat membuka jalan bagi perdamaian. Kondisi terbaru menunjukkan bahwa pembicaraan masih berlangsung dengan dinamika yang cukup kompleks, menandai fase penting dalam upaya penyelesaian konflik antara kedua negara.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan