Media Kampung – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah berhasil menyelesaikan pembangunan sebanyak 222 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Menteri PU, Dody Hanggodo, menyampaikan bahwa ukuran bangunan SPPG disesuaikan dengan kebutuhan layanan masyarakat di setiap daerah.
Dalam keterangan pers yang berlangsung di Jakarta pada Jumat, 22 Mei 2026, Dody menjelaskan bahwa pemerintah menyediakan dua tipe ukuran bangunan untuk SPPG, yakni 10×20 meter dan 20×20 meter. Penentuan ukuran ini bergantung pada jenis layanan yang akan diberikan kepada masyarakat setempat.
Lebih lanjut, Dody mengungkapkan bahwa konsep pembangunan SPPG memiliki kemiripan dengan program Sekolah Rakyat. Pembangunan fasilitas ini dilakukan atas permintaan Badan Gizi Nasional (BGN), dan lokasi pembangunan ditentukan melalui koordinasi antara Kementerian PU, Kementerian Dalam Negeri, dan BGN.
“Penentuan titik lokasi pembangunan dilakukan secara bersama-sama oleh Kementerian Dalam Negeri, BGN, dan Kementerian PU. Kemudian BGN menetapkan ukuran bangunan sesuai kebutuhan layanan di wilayah tersebut,” ujar Dody. Hal ini memastikan bahwa fasilitas SPPG dapat memberikan pelayanan yang tepat guna sesuai karakteristik dan kebutuhan masyarakat di setiap daerah.
Hingga saat ini, seluruh pembangunan 222 SPPG telah rampung dilaksanakan. Namun, pemerintah masih menunggu arahan dari Presiden terkait jadwal dan lokasi peresmian fasilitas tersebut. Koordinasi mengenai agenda peresmian tengah berjalan melalui Sekretariat Kabinet dan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia.
“Pembangunan sudah selesai semua, sekarang proses alih aset dari Kementerian PU ke BGN sedang berjalan. Kami masih menunggu instruksi dari Presiden melalui Sekretariat Kabinet dan Kementerian Sekretariat Negara mengenai waktu dan tempat peresmian,” jelas Dody.
Pembangunan SPPG ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat secara merata di seluruh Indonesia, termasuk wilayah-wilayah yang selama ini memiliki tantangan akses layanan gizi. Sebelumnya, Kapolri menyebutkan bahwa 33 SPPG dibangun di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) untuk memperluas pemerataan pemenuhan gizi nasional.
Dengan selesainya pembangunan SPPG ini, diharapkan layanan pemenuhan gizi dapat lebih optimal dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat di seluruh nusantara. Kementerian PU bersama BGN terus berkoordinasi agar fasilitas ini dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi warga.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan