Media Kampung – Pemerintah resmi mengurangi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 dari Rp 335 triliun menjadi Rp 268 triliun. Pengurangan ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan dana negara sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa penghematan anggaran MBG merupakan langkah strategis dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hingga akhir April 2026, realisasi anggaran MBG telah mencapai Rp 75 triliun, yang telah disalurkan kepada hampir 62 juta penerima manfaat melalui lebih dari 27 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Presiden Prabowo Subianto mengakui bahwa program MBG masih menghadapi sejumlah kendala. Ia mengungkapkan lebih dari 3.000 dapur MBG telah ditutup karena tidak memenuhi standar yang ditetapkan, sebagai bagian dari upaya perbaikan manajemen program tersebut. Prabowo juga mengajak pejabat dan kepala daerah untuk secara aktif memeriksa dan melaporkan dapur-dapur yang bermasalah agar dapat segera ditindaklanjuti.

Dalam pidatonya di hadapan anggota DPR, Prabowo menjelaskan bahwa MBG tidak hanya menyasar pelajar, tetapi juga mencakup kelompok rentan seperti 6,3 juta balita, 2 juta ibu menyusui, dan 868 ribu ibu hamil. Program ini juga direncanakan akan diperluas untuk menjangkau 500 ribu lansia yang hidup sendiri dan membutuhkan asupan bergizi.

Lebih lanjut, Prabowo menekankan dampak positif MBG terhadap penciptaan lapangan kerja. Program ini telah membuka sekitar 1,2 juta pekerjaan baru di sektor dapur dan mendukung pasar bagi petani, peternak, dan nelayan di seluruh negeri. Hingga pertengahan Mei 2026, MBG telah menghasilkan lebih dari 8,3 miliar porsi makanan dengan rata-rata 6,3 juta porsi disajikan setiap hari.

Menteri Keuangan Purbaya mengingatkan agar publik tidak menyalahkan MBG atas kekurangan yang ada. Pemerintah tengah melakukan perbaikan menyeluruh dalam tata kelola dan pengelolaan anggaran program agar dana yang dialokasikan dapat digunakan dengan lebih bijak tanpa mengurangi efektivitasnya dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.

Seiring penyesuaian anggaran dan evaluasi manajemen, pemerintah berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan program MBG demi memastikan target penerima manfaat tetap terpenuhi dengan kualitas layanan yang lebih baik. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.