Media Kampung – MBG telah berhasil menjangkau 60 juta penerima manfaat, dan Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk melanjutkan program hingga selesai.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diluncurkan pada 2022 sebagai upaya mengatasi gizi buruk, dengan menyalurkan makanan bergizi kepada anak-anak, ibu hamil, dan lansia di seluruh Indonesia.
Menurut data Kementerian Sosial, pada 1 Mei 2026 program telah menyalurkan paket makanan ke 60 juta orang, mencakup lebih dari 30 provinsi dan daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi.
Dalam pidato Hari Buruh Internasional di Monumen Nasional, Prabowo meminta dukungan serikat buruh untuk memperkuat pelaksanaan MBG, menekankan bahwa keberlanjutan program bergantung pada partisipasi semua pihak.
Prabowo menegaskan bahwa MBG tidak hanya meningkatkan status gizi, tetapi juga memicu perputaran ekonomi karena petani, peternak, dan pedagang memperoleh pendapatan tambahan dari permintaan bahan makanan.
“Dengan MBG, ekonomi kita hidup di mana‑mana,” ujar Prabowo di depan ribuan pekerja, menambahkan bahwa uang yang beredar melalui program memperkuat daya beli masyarakat.
Anggaran tahun 2026 untuk MBG mencapai Rp 70,2 triliun, yang dialokasikan melalui Kementerian Sosial, Kementerian Pertanian, dan Badan Keuangan Pemerintah, serta dikelola secara terpusat untuk menghindari kebocoran.
Program menargetkan wilayah terpencil di Papua, Nusa Tenggara, serta daerah pedesaan dengan indeks kemiskinan di atas 30 %, memastikan bantuan tepat sasaran.
Beberapa tantangan logistik, seperti transportasi ke pulau kecil dan kontrol kualitas pangan, terus ditangani melalui peningkatan infrastruktur dan pengawasan ketat.
Pemerintah berencana memperpanjang MBG hingga 2028 dengan menambah 20 juta penerima manfaat, sekaligus meningkatkan variasi nutrisi dalam paket makanan.
Serikat buruh nasional menyambut baik ajakan Prabowo, menyatakan kesiapan anggota untuk mendukung distribusi makanan dan mengawasi pelaksanaan program di lapangan.
Hingga akhir April 2026, distribusi MBG berjalan lancar, dan evaluasi tengah dilakukan untuk menilai dampak gizi serta kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan