Media KampungBank Indonesia mencatat adanya penurunan pertumbuhan kredit yang disalurkan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) oleh perbankan hingga April 2026. Padahal, UMKM merupakan sektor vital yang menyumbang hampir 62 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia, Dhaha P. Kuantan, menyampaikan bahwa pertumbuhan kredit UMKM selama beberapa tahun terakhir menunjukkan tren menurun, yang terjadi di berbagai jenis bank termasuk bank BUMN, swasta nasional, dan bank pembangunan daerah. Pertumbuhan kredit UMKM tercatat sebesar 17,16 persen pada April 2026, sedikit turun dibandingkan 17,49 persen pada 2025 dan 19,24 persen pada 2024.

Turunnya penyaluran kredit ini menjadi perhatian serius mengingat peran UMKM sebagai penggerak utama ekonomi dan kredit. Dhaha menekankan pentingnya penguatan sektor UMKM agar kembali menjadi motor pertumbuhan ekonomi dan kredit perbankan.

Meski demikian, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan cukup tinggi mencapai 32,5 persen pada April 2026, lebih baik dibandingkan pertumbuhan 30,5 persen pada tahun sebelumnya. Realisasi KUR hingga April telah mencapai Rp96,19 triliun dengan target tahunan sebesar Rp295 triliun.

Dhaha menyatakan bahwa keberhasilan KUR diharapkan dapat mendukung pertumbuhan UMKM secara keseluruhan. Selain itu, berbagai inisiatif pemerintah seperti program penjaminan Modal Bergulir (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih diharapkan dapat meningkatkan kapasitas UMKM sehingga perbankan lebih terdorong menyalurkan kredit.

Bank Indonesia terus memantau perkembangan kredit UMKM dan mendorong berbagai langkah agar sektor ini dapat kembali tumbuh optimal, mendukung perekonomian nasional yang berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.