Media Kampung – Taman Safari Indonesia menggelar peluncuran International Animal Photo & Video Competition (IAPVC) 2026 pada Sabtu, 23 Mei 2026, sebagai ajang kompetisi visual satwa liar bertaraf internasional yang sekaligus membawa pesan konservasi. Acara ini berlangsung di Taman Bendera Pusaka dan menandai perjalanan kompetisi yang telah berjalan selama 35 tahun.
IAPVC 2026 mengusung tema “From Lens to Legacy” yang menekankan peran fotografi dan videografi sebagai media untuk menyampaikan pesan penting tentang pelestarian satwa kepada generasi berikutnya. Agus Santoso, Board Advisory Taman Safari Indonesia Group, menyatakan bahwa kompetisi tahun ini memperluas jangkauan peserta hingga kawasan Asia Tenggara dan Australia untuk memperkuat posisi IAPVC sebagai ajang bergengsi di bidang visual satwa liar.
Taman Safari Indonesia, yang merupakan lembaga konservasi sekaligus taman rekreasi kelas dunia dengan kehadiran di enam kota besar dan empat resort di seluruh Indonesia, memiliki koleksi satwa sebanyak 22.963 individu dari 673 spesies. Setiap tahunnya tempat ini dikunjungi lebih dari lima juta pengunjung dan aktif dalam usaha penyelamatan serta pelepasliaran satwa ke habitat aslinya sejak 1981.
Dalam IAPVC 2026, terdapat sembilan kategori lomba fotografi satwa liar yang memberi peluang bagi fotografer dan pembuat film untuk mengekspresikan kreativitas dan kemampuan teknis mereka, termasuk storytelling lewat karya visual. Selain itu, Taman Safari Indonesia juga meresmikan Komunitas Foto IAPVC, yang menjadi wadah bagi para pecinta fotografi alam dan satwa liar untuk berkumpul dan berbagi pengalaman.
Kompetisi ini juga menghadirkan workshop fotografi di berbagai sekolah dan universitas sebagai bagian dari edukasi dan pengembangan minat pada bidang fotografi satwa. Penilaian karya dilakukan oleh juri profesional yang ahli di bidang fotografi satwa, filmmaking, dan konservasi, menjaga standar kualitas dan relevansi tema selama lebih dari tiga dekade perjalanan IAPVC.
Agus Santoso menegaskan bahwa IAPVC tidak hanya menghubungkan seni dan edukasi, tetapi juga pariwisata serta konservasi melalui cerita visual yang kuat. Dengan demikian, kompetisi ini diharapkan dapat mendorong kesadaran dan aksi nyata dalam pelestarian satwa liar melalui medium fotografi dan videografi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan