Media Kampung – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, secara resmi membuka pameran foto bertajuk “Kartini Masa Kini” di Museum Mandiri pada Minggu, 19 April 2026.
Pameran ini menampilkan lebih dari seratus foto yang menggambarkan jejak langkah perempuan Indonesia dalam berbagai bidang, mulai dari sains, seni, hingga kepemimpinan.
Acara dibuka dengan sambutan Rini Widyantini yang menekankan pentingnya mengenang warisan Kartini sebagai inspirasi bagi generasi modern.
“Saya berharap pameran ini dapat menginspirasi generasi muda, khususnya perempuan, untuk terus berkontribusi dan memperjuakan kesetaraan,” ujar Rini dalam sambutannya.
Foto-foto yang dipamerkan diambil oleh fotografer profesional dan amatir dari seluruh Indonesia, mencerminkan keragaman budaya dan prestasi perempuan di era digital.
Setiap foto dilengkapi dengan narasi singkat yang menjelaskan konteks pencapaian dan tantangan yang dihadapi para tokoh perempuan tersebut.
Kurator pameran, Dr. Siti Nurhaliza, menjelaskan bahwa tema “Jejak Langkah Kartini” dipilih untuk menyoroti kesinambungan perjuangan hak perempuan sejak era kolonial hingga kini.
Ia menambahkan bahwa pameran ini juga menjadi ruang refleksi bagi masyarakat luas mengenai peran perempuan dalam pembangunan nasional.
Museum Mandiri, yang terletak di kawasan Kuningan, Jakarta, menyediakan ruang pameran modern dengan fasilitas interaktif yang memungkinkan pengunjung mengeksplorasi foto secara digital.
Pengunjung dapat menggunakan tablet interaktif untuk melihat detail tambahan, termasuk video wawancara dengan para fotografer.
Sejumlah organisasi perempuan, seperti Komnas Perempuan dan Asosiasi Fotografer Wanita Indonesia, turut berpartisipasi dalam penyusunan materi pameran.
Mereka menyatakan apresiasi terhadap upaya pemerintah dalam mengangkat isu gender melalui seni visual.
Pameran ini akan dibuka untuk umum selama dua minggu, dengan jam operasional museum mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB.
Selain foto, terdapat pula instalasi seni yang menggambarkan simbol-simbol perjuangan Kartini, seperti buku dan pena.
Kunjungan pertama dilaporkan menarik lebih dari seribu pengunjung dalam hari pembukaan, termasuk pejabat pemerintah, aktivis, dan pelajar.
Data statistik pengunjung akan dipublikasikan pada akhir periode pameran untuk menilai dampak edukatif kegiatan ini.
Pemerintah berharap pameran dapat memicu diskusi publik tentang kebijakan yang mendukung pemberdayaan perempuan.
Rini Widyantini menegaskan komitmen kementerian untuk terus memfasilitasi program-program yang memperkuat peran perempuan di semua sektor.
Dalam penutupnya, Rini mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam melestarikan warisan Kartini melalui aksi nyata.
Pameran “Kartini Masa Kini” menjadi bukti konkret sinergi antara pemerintah, seni, dan komunitas dalam memajukan agenda kesetaraan gender di Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan