Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersungkur ke level 5.594 pada perdagangan akhir pekan lalu, mencatat pelemahan signifikan sebesar 4,20 persen. Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan jual yang melanda seluruh sektor saham, sementara nilai tukar rupiah justru menguat tipis terhadap dolar AS.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG ditutup pada posisi 5.594,76 pada Jumat, 5 Juni 2026. Angka ini menunjukkan penurunan 245,01 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya. Kapitalisasi pasar pun terpangkas 8,59 persen menjadi Rp 9.087 triliun.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengungkapkan bahwa ketidakjelasan kebijakan pemerintah dan rumor pasar yang direspons negatif menjadi pemicu utama aksi jual. Salah satu kebijakan yang disorot adalah revisi UU P2SK yang memicu kekhawatiran terhadap independensi lembaga keuangan.

Selain itu, realisasi APBN hingga Mei 2026 mencatat defisit Rp180,4 triliun atau 0,7 persen dari PDB. Meski masih di bawah target tahunan, angka ini meningkat signifikan dari defisit Rp20,9 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi sektoral, seluruh sebelas sektor saham mengalami pelemahan. Sektor transportasi dan logistik menjadi yang terburuk dengan koreksi 14,08 persen, diikuti sektor industri 13,32 persen, dan infrastruktur 11,62 persen.

Analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menambahkan bahwa pelemahan rupiah terhadap dolar AS sebesar 1,3 persen selama sepekan turut membebani IHSG. Investor asing tercatat melepas saham Rp7,38 triliun dalam sepekan terakhir.

Meski demikian, rupiah ditutup menguat tipis di level Rp18.049 per dolar AS pada Jumat lalu. Penguatan ini memicu spekulasi bahwa Bank Indonesia mungkin akan menggelar Rapat Dewan Gubernur darurat sebelum jadwal reguler pada 17-18 Juni 2026.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati rilis data cadangan devisa Mei, consumer confidence, dan retail sales pada pekan depan. Analis memperkirakan IHSG berpotensi menguji level 5.500 jika sentimen negatif masih berlanjut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.