Media Kampung – Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama PT Penerbit Erlangga resmi mengawali pembangunan Rumah Teleskop Erlangga di Observatorium Bosscha, Lembang, pada Rabu, 20 Mei 2026. Peletakan batu pertama ini menjadi langkah penting dalam upaya meningkatkan riset dan literasi astronomi di Indonesia.
Peletakan batu pertama dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan, Perencanaan, dan Pengembangan ITB, Prof. Ir. Agus Jatnika Effendi, Ph.D. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Agus menyampaikan apresiasi atas dukungan dari PT Penerbit Erlangga yang mendukung pembangunan fasilitas ini. Menurutnya, proyek ini sejalan dengan visi ITB sebagai The 4th Generation University yang menekankan kolaborasi multidisiplin untuk menghasilkan ilmu pengetahuan yang berdampak langsung pada masyarakat.
Prof. Agus berharap Rumah Teleskop Erlangga dapat menjadi pusat pengembangan karya ilmiah sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas. Sementara itu, Direktur Produk 1 PT Penerbit Erlangga, Enny Wijayanti, menyatakan bahwa fasilitas ini akan memicu semangat generasi muda Indonesia untuk bermimpi dan belajar astronomi secara langsung di luar ruang kelas.
Enny menambahkan bahwa Rumah Teleskop Erlangga dirancang sebagai pusat ekosistem literasi sains, di mana teori tata surya yang selama ini dipelajari di buku bisa disaksikan langsung keindahannya di langit Lembang. Ia juga berharap hasil pengamatan dari teleskop-teleskop di Bosscha dapat didokumentasikan dan dijadikan bahan pembelajaran bagi siswa di seluruh Indonesia.
Direktur Produk 2 PT Penerbit Erlangga, Fikri Somyadewi, mengungkapkan bahwa pembangunan fasilitas ini merupakan kontribusi nyata dalam bidang ilmu pengetahuan dan menjadi jembatan penghubung antara praktisi, pengajar, dan generasi muda yang ingin mengenal luar angkasa secara inklusif dan inspiratif. Ia berharap Rumah Teleskop Erlangga dapat membuka banyak peluang pengetahuan dan karya baru dari para ilmuwan maupun melalui media buku.
Guru Besar Astronomi ITB, Prof. Dra. Premana Wardayanti Premadi, Ph.D., menjelaskan bahwa fasilitas ini akan dilengkapi dengan teleskop optik dan instrumen pendukung yang dapat menunjang pendidikan dan riset astronomi. Ia menekankan bahwa keberadaan Rumah Teleskop Erlangga akan memberikan akses lebih luas bagi siswa dan guru dalam melakukan pengamatan langit, sehingga program pembelajaran dapat lebih beragam dan menyeluruh.
Prof. Premana juga menyebutkan rencana pengembangan citizen science yang memungkinkan masyarakat umum berpartisipasi secara ilmiah dalam bidang astronomi. Dengan dukungan teknologi terkini, fasilitas ini akan melengkapi alat-alat yang sudah ada di Observatorium Bosscha dan mendukung berbagai kegiatan pengamatan mulai dari bintang, planet, hingga hilal.
Dari segi arsitektur, Rumah Teleskop Erlangga dirancang menyesuaikan dengan bangunan teropong lain di Observatorium Bosscha. Lokasinya terletak di sebelah barat Teropong Refraktor Ganda Zeiss dengan tata ruang yang mempertimbangkan kondisi lingkungan sekitar.
Pembangunan Rumah Teleskop Erlangga menandai sebuah langkah strategis untuk memperkuat riset dan literasi astronomi di Indonesia. Kolaborasi antara ITB dan Penerbit Erlangga ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan kontribusi positif bagi ilmu pengetahuan serta pendidikan astronomi nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.




